Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Inggris Pertahankan Status Kepulauan Falkland sebagai Wilayah Takhta

Inggris menegaskan kembali posisi tetap bahwa Kepulauan Falkland merupakan wilayah seberang laut dan akan tetap menjadi demikian sesuai kehendak penduduk setempat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 12.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Inggris Pertahankan Status Kepulauan Falkland sebagai Wilayah Takhta
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Inggris secara tegas menyatakan bahwa Kepulauan Falkland tetap menjadi bagian dari wilayah seberang lautnya, menanggapi pernyataan Presiden Argentina Javier Milei yang menyatakan niatnya menyampaikan klaim historis atas wilayah tersebut dalam siaran nasional. Dalam pernyataan resmi, juru bicara Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa posisi Inggris telah konsisten selama bertahun-tahun dan tidak berubah, dengan menekankan bahwa keputusan nasib wilayah tersebut harus berdasarkan kehendak penduduk setempat.

Pernyataan itu muncul menyusul pernyataan Milei di media sosial yang menyebut perjuangan atas Kepulauan Falkland sebagai bagian dari upaya mempertahankan kedaulatan nasional Argentina. Ia menegaskan bahwa pemerintahnya akan terus memperjuangkan klaim tersebut tanpa memedulikan reaksi internasional. Pernyataan tersebut dikeluarkan sehari setelah mantan Presiden AS Donald Trump menyiratkan kemungkinan meninjau kembali posisi Amerika Serikat terhadap kedaulatan Inggris atas wilayah tersebut, yang menimbulkan kekhawatiran atas pergeseran dalam hubungan strategis antara kedua negara.

Relevansi referendum tahun 2013 tetap menjadi acuan utama dalam konteks ini, di mana 1.513 dari 1.517 pemilih di Kepulauan Falkland memilih untuk tetap menjadi bagian dari Inggris, menunjukkan konsensus kuat atas status quo. Pernyataan ini menegaskan bahwa hak menentukan nasib sendiri penduduk Falkland merupakan prinsip fundamental yang tidak dapat dikompromikan.

Inggris menegaskan bahwa keberadaan wilayah tersebut tidak hanya didasarkan pada sejarah, tetapi juga pada kehendak politik dan sosial masyarakat setempat. Pernyataan terakhir ini juga menjadi respons terhadap upaya diplomasi Argentina yang kian intensif, sambil tetap menekankan pentingnya dialog damai dan penghormatan terhadap keputusan demokratis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya