Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Inovasi Pangan untuk Masa Depan yang Lebih Sehat

Peringatan Hari Pangan Sedunia 16 Oktober menekankan pentingnya inovasi dan keberlanjutan dalam sistem pangan global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 15.21 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 101x dibuka
Inovasi Pangan untuk Masa Depan yang Lebih Sehat📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Setiap 16 Oktober, dunia menyelenggarakan Hari Pangan Sedunia sebagai bentuk komitmen bersama terhadap akses pangan yang merata, aman, dan bergizi bagi seluruh manusia. Peringatan ini lahir dari kelahiran Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) pada 16 Oktober 1945, yang didirikan untuk menjawab krisis pangan pasca-perang. Sejak 1981, tanggal tersebut secara global diperingati sebagai momen refleksi terhadap kondisi pangan global dan langkah-langkah strategis untuk memperbaikinya.

Tema peringatan tahun 2026, “Innovate today. Nourish tomorrow”, menekankan urgensi menggabungkan inovasi teknologi dengan pengetahuan lokal dalam menghadapi tantangan pangan masa kini dan mendatang. Pendekatan ini mencakup pengembangan varietas tanaman tahan iklim, efisiensi distribusi, pemanfaatan data digital, serta penguatan sistem pertanian berkelanjutan. Inovasi tidak hanya terbatas pada alat dan teknologi, tetapi juga pada model kerja sama antar pemangku kepentingan di sektor pangan.

FAO melaporkan bahwa hingga saat ini, sekitar 645 juta orang di dunia masih mengalami kelaparan kronis, sementara 2,69 miliar lainnya tidak mampu membeli makanan bergizi. Faktor-faktor seperti konflik bersenjata, fluktuasi ekonomi global, dan perubahan iklim menjadi penghambat utama terhadap ketahanan pangan. Ketidakseimbangan distribusi dan harga pangan yang tinggi terutama memengaruhi kelompok rentan, termasuk keluarga berpenghasilan rendah dan masyarakat di wilayah terpencil.

Peringatan ini juga menjadi ajang mendorong perubahan perilaku individu dan komunitas, seperti mengurangi pemborosan makanan, memilih bahan pangan lokal, dan memperhatikan keseimbangan gizi dalam konsumsi sehari-hari. Dengan memperkuat rantai pasok lokal dan mendorong konsumsi yang berkelanjutan, masyarakat dapat turut serta dalam membangun sistem pangan yang lebih tangguh dan adil.

Tujuan utama Hari Pangan Sedunia adalah mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) nomor 2: mengakhiri kelaparan, meningkatkan ketahanan pangan, memperbaiki gizi, dan mempromosikan pertanian berkelanjutan. Peringatan ini bukan sekadar simbol, tetapi seruan aksi nyata untuk kolaborasi lintas sektor, dari petani hingga pemerintah, dari peneliti hingga masyarakat umum.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya