Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

INPS Perkuat Lini Bisnis Otomotif dengan Akuisisi 90% Saham Dealer

Perusahaan induk INPS resmi mengakuisisi 90% saham PT Tri Satria Indah Motor senilai Rp5,8 miliar, menandai ekspansi ke sektor otomotif roda tiga.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 17.41 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
INPS Perkuat Lini Bisnis Otomotif dengan Akuisisi 90% Saham Dealer📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) secara resmi mengambil alih 90% kepemilikan saham PT Tri Satria Indah Motor (TSIM) melalui transaksi korporasi yang telah disetujui dan ditandatangani pada 5 Oktober 2026. Nilai keseluruhan transaksi mencapai Rp5,8 miliar, dengan pembayaran lunas sebagian dilakukan sebelum penandatanganan akta jual beli, sebesar Rp2,92 miliar berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat yang ditandatangani pada 30 September 2026. Sisa pembayaran sebesar Rp2,88 miliar dilunasi pada saat penandatanganan akta.

Pembeli saham adalah INPS, sementara penjualnya adalah Jemmy Widjaja, yang secara hukum tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perusahaan. Setelah transaksi, struktur kepemilikan saham TSIM berubah: INPS memiliki 180 saham atau 90%, Jemmy Widjaja menyisakan 18 saham (9%), dan Liem Kiet Hiw memegang 2 saham (1%). Keputusan tersebut telah disetujui melalui Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham yang dikeluarkan pada hari yang sama dengan penandatanganan akta.

Sebagai hasil akuisisi, TSIM secara resmi menjadi entitas anak yang dikendalikan langsung oleh INPS. Laporan keuangan TSIM akan dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan induk perusahaan, menandai integrasi operasional dan keuangan yang lebih erat. Transaksi ini merupakan bagian dari strategi ekspansi bisnis INPS ke bidang otomotif kendaraan bermotor roda tiga, yang diharapkan mampu meningkatkan kinerja operasional dan stabilitas keuangan jangka panjang.

Manajemen INPS menegaskan bahwa aksi korporasi ini tidak membawa dampak signifikan terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan. Seluruh proses berjalan sesuai rencana tanpa gangguan material, dan diharapkan mampu memperkuat posisi perseroan dalam ekosistem industri otomotif di wilayah Sulawesi Tenggara dan sekitarnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya