INPS Perkuat Lini Bisnis Otomotif dengan Akuisisi 90% Saham Dealer
Perusahaan induk INPS resmi mengakuisisi 90% saham PT Tri Satria Indah Motor senilai Rp5,8 miliar, menandai ekspansi ke sektor otomotif roda tiga.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 17.41 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) secara resmi mengambil alih 90% kepemilikan saham PT Tri Satria Indah Motor (TSIM) melalui transaksi korporasi yang telah disetujui dan ditandatangani pada 5 Oktober 2026. Nilai keseluruhan transaksi mencapai Rp5,8 miliar, dengan pembayaran lunas sebagian dilakukan sebelum penandatanganan akta jual beli, sebesar Rp2,92 miliar berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat yang ditandatangani pada 30 September 2026. Sisa pembayaran sebesar Rp2,88 miliar dilunasi pada saat penandatanganan akta.
Pembeli saham adalah INPS, sementara penjualnya adalah Jemmy Widjaja, yang secara hukum tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perusahaan. Setelah transaksi, struktur kepemilikan saham TSIM berubah: INPS memiliki 180 saham atau 90%, Jemmy Widjaja menyisakan 18 saham (9%), dan Liem Kiet Hiw memegang 2 saham (1%). Keputusan tersebut telah disetujui melalui Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham yang dikeluarkan pada hari yang sama dengan penandatanganan akta.
Sebagai hasil akuisisi, TSIM secara resmi menjadi entitas anak yang dikendalikan langsung oleh INPS. Laporan keuangan TSIM akan dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan induk perusahaan, menandai integrasi operasional dan keuangan yang lebih erat. Transaksi ini merupakan bagian dari strategi ekspansi bisnis INPS ke bidang otomotif kendaraan bermotor roda tiga, yang diharapkan mampu meningkatkan kinerja operasional dan stabilitas keuangan jangka panjang.
Manajemen INPS menegaskan bahwa aksi korporasi ini tidak membawa dampak signifikan terhadap operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan. Seluruh proses berjalan sesuai rencana tanpa gangguan material, dan diharapkan mampu memperkuat posisi perseroan dalam ekosistem industri otomotif di wilayah Sulawesi Tenggara dan sekitarnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Bursa Mineral Awalnya Gunakan Rupiah dan Dolar AS
OJK pastikan transaksi di Bursa Mineral dan Komoditas Strategis dapat dilakukan dalam rupiah dan dolar AS pada tahap awal, dengan aturan berbasis POJK 2026.
6 Oktober 2026

HP Capital Lepas Saham LUCY Senilai Rp7,12 Miliar
Perusahaan investasi HP Capital Resources menjual total 27,67 juta saham LUCY senilai Rp7,12 miliar dalam tiga transaksi pada Oktober 2026.
6 Oktober 2026

Asing Jual Bersih Rp273,81 M, Lima Saham Ini Diborong Investor
Investor asing mencatat penjualan bersih Rp273,81 miliar di sesi I, namun lima saham justru mengalami akumulasi beli signifikan, didorong sentimen domestik dan global.
6 Oktober 2026

Tujuh Perusahaan Siap Melantai di BEI, Dua Beraset Jumbo
Sebanyak tujuh perusahaan telah masuk pipeline IPO di Bursa Efek Indonesia hingga akhir kuartal IV 2026, termasuk dua dengan aset di atas Rp250 miliar.
6 Oktober 2026
Berita Lainnya

Petani Karet Keluhkan Dukungan Pemerintah yang Minim
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.42 WITA

BUVA Gelar Rights Issue Rp1,54 Triliun untuk Perluas Pengembangan Properti
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.40 WITA

Rupiah Sempat Melemah, Akhirnya Menguat Tipis di Rp17.890
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.40 WITA

Euro Sentuh Level Terendah 17 Bulan Akibat Tekanan Fiskal Prancis
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.40 WITA

IHSG Melonjak 1,21% ke Level 6.192 di Tengah Kenaikan Sektor Energi
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.40 WITA

Franky Widjaja Resmi Jadi Pemilik KETR Lewat Sinar Mas
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.40 WITA

Rosan: BKPM Tetap Berjalan, Koordinasi Jadi Fokus Utama
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.40 WITA
Undang-Undang Ketenagakerjaan Baru Tegaskan Perlindungan dan Keadilan di Tempat Kerja
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.39 WITA

