Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tujuh Perusahaan Siap Melantai di BEI, Dua Beraset Jumbo

Sebanyak tujuh perusahaan telah masuk pipeline IPO di Bursa Efek Indonesia hingga akhir kuartal IV 2026, termasuk dua dengan aset di atas Rp250 miliar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 17.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Tujuh Perusahaan Siap Melantai di BEI, Dua Beraset Jumbo📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Hingga pertengahan Oktober 2026, tercatat tujuh perusahaan sedang dalam proses persiapan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jumlah ini mencerminkan aktivitas yang tetap berjalan meski terjadi penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari seluruh calon emiten tersebut, dua perusahaan memiliki aset di atas Rp250 miliar, tiga lainnya berada di kategori menengah (antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar), dan dua sisanya beraset di bawah Rp50 miliar.

Sektor yang paling banyak mengusung IPO adalah kesehatan, dengan empat perusahaan, disusul energi sebanyak dua perusahaan, dan satu perusahaan dari sektor industri. Kondisi pasar global yang dinamis, termasuk ketidakpastian geopolitik, turut memengaruhi waktu pelaksanaan IPO, menurut OJK. Hal ini menyebabkan penurunan jumlah perusahaan yang melantai, dengan data hingga Agustus 2026 menunjukkan penurunan sekitar 68,2% dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Penghimpunan dana dari IPO juga mengalami penurunan drastis, turun hampir 79,2% dari Rp10,39 triliun menjadi Rp2,16 triliun dalam periode yang sama. Meski begitu, OJK menegaskan bahwa tujuan utama bukan hanya jumlah perusahaan yang go public, tetapi kualitas dan efektivitas pendanaan pasar modal. Target penghimpunan dana di pasar modal pada 2026 ditetapkan sebesar Rp250 triliun, sementara hingga 6 September 2026 sudah tercapai Rp148,3 triliun.

Untuk memastikan kualitas dan kesiapan calon emiten, OJK bersama BEI terus melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan khusus di berbagai daerah. Meski jumlah IPO menurun, beberapa saham baru yang melantai tetap menunjukkan kinerja positif dengan lonjakan harga signifikan di hari pertama perdagangan. Namun, hal ini belum cukup untuk menunjukkan pemulihan fungsi pasar perdana sebagai sumber pendanaan utama bagi perusahaan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya