Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rosan: BKPM Tetap Berjalan, Koordinasi Jadi Fokus Utama

Menteri Investasi dan Hilirisasi menegaskan BKPM tetap eksis dan akan mengikuti arahan pemerintah terkait struktur kementerian koordinator baru.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 17.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Rosan: BKPM Tetap Berjalan, Koordinasi Jadi Fokus Utama📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyatakan sikap netral terhadap perubahan struktur kementerian setelah dibentuknya Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Ia menyebut bahwa langkah selanjutnya akan menunggu petunjuk resmi dari pemerintah terkait peran dan posisinya dalam sistem koordinasi baru. Dalam pertemuan singkat di Jakarta, Rosan menegaskan bahwa keberlangsungan fungsi BKPM tidak terganggu.

Ia menekankan pentingnya sinergi antarlembaga sebagai kunci keberhasilan kebijakan investasi dan hilirisasi. Menurutnya, meskipun ada perubahan struktural, fokus utama tetap pada menjaga koordinasi yang efektif antar kementerian agar tidak terjadi tumpang tindih atau kekosongan kebijakan. Rosan menegaskan bahwa BKPM sebagai lembaga koordinasi investasi tetap menjadi bagian integral dari sistem pemerintahan.

Kementerian Koordinator baru tersebut dipimpin oleh Bahlil Lahadalia, yang kini menjabat juga sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Ia mengakui belum mengetahui secara rinci kementerian dan lembaga mana yang akan berada di bawah koordinasinya, menunggu rilis Peraturan Presiden yang menjadi dasar pembentukan struktur tersebut. Bahlil menyatakan akan segera meninjau dokumen resmi untuk memastikan kejelasan tugas dan kewenangan.

Pembentukan kementerian koordinator ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026, yang menetapkan perubahan jabatan menteri dan wakil menteri dalam Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. Keputusan ini diharapkan mampu memperkuat arahan strategis dalam pengelolaan sumber daya alam, transformasi energi, serta percepatan investasi nasional melalui pendekatan terpadu.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya