Rosan: BKPM Tetap Berjalan, Koordinasi Jadi Fokus Utama
Menteri Investasi dan Hilirisasi menegaskan BKPM tetap eksis dan akan mengikuti arahan pemerintah terkait struktur kementerian koordinator baru.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 17.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyatakan sikap netral terhadap perubahan struktur kementerian setelah dibentuknya Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Ia menyebut bahwa langkah selanjutnya akan menunggu petunjuk resmi dari pemerintah terkait peran dan posisinya dalam sistem koordinasi baru. Dalam pertemuan singkat di Jakarta, Rosan menegaskan bahwa keberlangsungan fungsi BKPM tidak terganggu.
Ia menekankan pentingnya sinergi antarlembaga sebagai kunci keberhasilan kebijakan investasi dan hilirisasi. Menurutnya, meskipun ada perubahan struktural, fokus utama tetap pada menjaga koordinasi yang efektif antar kementerian agar tidak terjadi tumpang tindih atau kekosongan kebijakan. Rosan menegaskan bahwa BKPM sebagai lembaga koordinasi investasi tetap menjadi bagian integral dari sistem pemerintahan.
Kementerian Koordinator baru tersebut dipimpin oleh Bahlil Lahadalia, yang kini menjabat juga sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Ia mengakui belum mengetahui secara rinci kementerian dan lembaga mana yang akan berada di bawah koordinasinya, menunggu rilis Peraturan Presiden yang menjadi dasar pembentukan struktur tersebut. Bahlil menyatakan akan segera meninjau dokumen resmi untuk memastikan kejelasan tugas dan kewenangan.
Pembentukan kementerian koordinator ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026, yang menetapkan perubahan jabatan menteri dan wakil menteri dalam Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. Keputusan ini diharapkan mampu memperkuat arahan strategis dalam pengelolaan sumber daya alam, transformasi energi, serta percepatan investasi nasional melalui pendekatan terpadu.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Petani Karet Keluhkan Dukungan Pemerintah yang Minim
Petani karet menyoroti ketimpangan dukungan pemerintah dibandingkan sawit, dengan sebagian besar kebun sudah tua dan produktivitas menurun drastis.
6 Oktober 2026
Undang-Undang Ketenagakerjaan Baru Tegaskan Perlindungan dan Keadilan di Tempat Kerja
RUU Ketenagakerjaan yang disahkan DPR menegaskan hak dasar pekerja, perkuat pengawasan, dan jamin keadilan dalam hubungan kerja secara menyeluruh.
6 Oktober 2026

Airlangga Soroti Ketidakseimbangan Penilaian Rating Global terhadap Indonesia
Menteri Koordinator Perekonomian menyoroti ketatnya penilaian lembaga pemeringkat global terhadap fiskal Indonesia meski postur makro jauh lebih konservatif dibanding negara lain.
6 Oktober 2026

Indonesia Tak Gelap, Masa Depan Cerah Menurut Utusan Presiden
Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Iklim menegaskan bahwa narasi "Indonesia Gelap" tidak benar, menekankan bahwa negara memiliki masa depan cerah dan menjadi tujuan investasi global karena kebijakan luar negeri damai dan netral.
6 Oktober 2026
Berita Lainnya

INPS Perkuat Lini Bisnis Otomotif dengan Akuisisi 90% Saham Dealer
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.41 WITA

Bursa Mineral Awalnya Gunakan Rupiah dan Dolar AS
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.41 WITA

HP Capital Lepas Saham LUCY Senilai Rp7,12 Miliar
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.41 WITA

Asing Jual Bersih Rp273,81 M, Lima Saham Ini Diborong Investor
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.41 WITA

Tujuh Perusahaan Siap Melantai di BEI, Dua Beraset Jumbo
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.41 WITA

BUVA Gelar Rights Issue Rp1,54 Triliun untuk Perluas Pengembangan Properti
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.40 WITA

Rupiah Sempat Melemah, Akhirnya Menguat Tipis di Rp17.890
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.40 WITA

Euro Sentuh Level Terendah 17 Bulan Akibat Tekanan Fiskal Prancis
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.40 WITA

