Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Tak Gelap, Masa Depan Cerah Menurut Utusan Presiden

Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Iklim menegaskan bahwa narasi "Indonesia Gelap" tidak benar, menekankan bahwa negara memiliki masa depan cerah dan menjadi tujuan investasi global karena kebijakan luar negeri damai dan netral.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 17.38 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Indonesia Tak Gelap, Masa Depan Cerah Menurut Utusan Presiden📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dalam forum internasional bertajuk Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 di Jakarta, utusan khusus presiden bidang energi dan iklim menolak tudingan bahwa Indonesia sedang mengalami masa suram. Ia menekankan bahwa narasi tersebut muncul dari media sosial, tetapi tidak mencerminkan realitas yang sebenarnya di lapangan. Menurutnya, kehadiran para investor global dalam forum tersebut menjadi bukti nyata bahwa Indonesia tetap menjadi negara yang menarik bagi dunia bisnis.

Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk tumbuh, didukung oleh prinsip non-intervensi dalam urusan negara lain. Keberadaan Indonesia sebagai negara netral dalam konflik global justru menjadi keunggulan strategis yang menarik minat para pelaku investasi. Dengan posisi yang tidak berpihak pada pihak mana pun, Indonesia dinilai mampu menciptakan iklim yang stabil dan aman bagi kegiatan ekonomi lintas negara.

Hashim menekankan bahwa kebijakan luar negeri yang dijalankan saat ini merupakan kelanjutan dari warisan para pendiri bangsa. Ia menyebut bahwa kakeknya termasuk salah satu dari 60 tokoh yang turut membentuk dasar negara. Prinsip diplomasi yang selalu mengedepankan persahabatan—dengan pernyataan bahwa "1.000 teman masih terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak"—menjadi dasar dari kebijakan yang dianut saat ini.

Dengan latar belakang tersebut, ia menyatakan bahwa para investor yang memilih Indonesia adalah pihak yang beruntung. Negara yang tidak memiliki musuh, tetapi memiliki banyak sekali mitra, menawarkan peluang jangka panjang yang tidak dimiliki banyak negara lain. Ia menilai bahwa keberadaan Indonesia sebagai negara damai menjadi daya tarik utama dalam menarik modal asing, terutama di sektor berkelanjutan dan energi bersih.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya