Asing Jual Bersih Rp273,81 M, Lima Saham Ini Diborong Investor
Investor asing mencatat penjualan bersih Rp273,81 miliar di sesi I, namun lima saham justru mengalami akumulasi beli signifikan, didorong sentimen domestik dan global.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 17.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat pada perdagangan sesi pertama Selasa (6/10/2026), menempatkan level di 6.196,09 setelah naik 77,23 poin atau 1,26%. Kenaikan ini terjadi meski investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp273,81 miliar. Data dari Stockbit Sekuritas menunjukkan total pembelian asing mencapai Rp1,85 triliun, sedangkan penjualan mencapai Rp2,12 triliun, menandakan tekanan jual yang dominan di pasar.
Di tengah arus penjualan asing, lima emiten justru menjadi sorotan utama karena mengalami akumulasi beli yang signifikan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi yang paling banyak diborong dengan nilai Rp57,22 miliar dan volume 18,16 juta saham. Di posisi kedua, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) mencatat pembelian bersih Rp25,63 miliar, disusul PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dengan Rp17,88 miliar, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) sebesar Rp16,62 miliar, serta PT Foresight Resources Tbk. (FORU) yang mencatat pembelian bersih Rp13,87 miliar.
Sementara itu, saham-saham yang mengalami penjualan asing terbesar antara lain GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) dengan nilai jual bersih Rp111,55 miliar dan volume 3,64 miliar saham. Emiten perbankan juga terpukul, termasuk Bank Mandiri (BMRI) yang terjual bersih Rp48,04 miliar, Telkom Indonesia (TLKM) Rp38,36 miliar, Bank Central Asia (BBCA) Rp30,06 miliar, serta saham PACK yang terjual bersih Rp24,88 miliar.
Sentimen pasar hari ini dipengaruhi oleh data ekonomi global, termasuk melambatnya aktivitas jasa di Jepang dan melemahnya kepercayaan konsumen, meski sektor jasa di zona euro menunjukkan penguatan. Kenaikan harga produsen di kawasan tersebut mengindikasikan tekanan inflasi yang masih tinggi, memperkuat antisipasi pengetatan kebijakan moneter. Di sisi lain, imbal hasil obligasi AS melonjak, dengan yield Treasury 10 tahun mencapai 5,307%—level tertinggi sejak April 2002—sementara Treasury 30 tahun menyentuh 5,661%.
Dari dalam negeri, aktivitas pasar modal tetap dinamis. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa terdapat 29 rencana penawaran umum dalam antrean dengan nilai indikatif total Rp26,47 triliun. Hingga September, realisasi pendanaan melalui penawaran umum telah mencapai Rp186,03 triliun, mendekati target tahunan sebesar Rp250 triliun. Meski demikian, nilai indikatif belum menjamin realisasi dana, dan tidak semua penawaran umum berarti IPO.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

INPS Perkuat Lini Bisnis Otomotif dengan Akuisisi 90% Saham Dealer
Perusahaan induk INPS resmi mengakuisisi 90% saham PT Tri Satria Indah Motor senilai Rp5,8 miliar, menandai ekspansi ke sektor otomotif roda tiga.
6 Oktober 2026

Bursa Mineral Awalnya Gunakan Rupiah dan Dolar AS
OJK pastikan transaksi di Bursa Mineral dan Komoditas Strategis dapat dilakukan dalam rupiah dan dolar AS pada tahap awal, dengan aturan berbasis POJK 2026.
6 Oktober 2026

HP Capital Lepas Saham LUCY Senilai Rp7,12 Miliar
Perusahaan investasi HP Capital Resources menjual total 27,67 juta saham LUCY senilai Rp7,12 miliar dalam tiga transaksi pada Oktober 2026.
6 Oktober 2026

Tujuh Perusahaan Siap Melantai di BEI, Dua Beraset Jumbo
Sebanyak tujuh perusahaan telah masuk pipeline IPO di Bursa Efek Indonesia hingga akhir kuartal IV 2026, termasuk dua dengan aset di atas Rp250 miliar.
6 Oktober 2026
Berita Lainnya

Petani Karet Keluhkan Dukungan Pemerintah yang Minim
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.42 WITA

BUVA Gelar Rights Issue Rp1,54 Triliun untuk Perluas Pengembangan Properti
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.40 WITA

Rupiah Sempat Melemah, Akhirnya Menguat Tipis di Rp17.890
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.40 WITA

Euro Sentuh Level Terendah 17 Bulan Akibat Tekanan Fiskal Prancis
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.40 WITA

IHSG Melonjak 1,21% ke Level 6.192 di Tengah Kenaikan Sektor Energi
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.40 WITA

Franky Widjaja Resmi Jadi Pemilik KETR Lewat Sinar Mas
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.40 WITA

Rosan: BKPM Tetap Berjalan, Koordinasi Jadi Fokus Utama
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.40 WITA
Undang-Undang Ketenagakerjaan Baru Tegaskan Perlindungan dan Keadilan di Tempat Kerja
Selasa, 6 Oktober 2026, 17.39 WITA

