Insentif SPPG Disesuaikan dengan Jumlah Porsi Produksi
BGN meninjau ulang skema insentif SPPG yang sebelumnya seragam Rp6 juta per hari, kini akan disesuaikan berdasarkan jumlah porsi makanan bergizi yang diproduksi.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 00.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Kebijakan insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini mengalami perubahan signifikan, menyusul evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pendanaan yang sebelumnya bersifat seragam. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa pemberian insentif Rp6 juta per hari untuk setiap dapur SPPG tidak lagi relevan karena tidak mempertimbangkan perbedaan kapasitas produksi antar unit.
Menurutnya, kebijakan sebelumnya yang memberikan alokasi seragam menyebabkan ketidakadilan, terutama bagi unit yang memproduksi porsi lebih sedikit dibandingkan dengan yang memiliki kapasitas lebih besar. “Tidak adil jika dapur yang memproduksi 3.000 porsi dibayar sama dengan yang hanya memproduksi 2.000 porsi,” tegasnya dalam rapat dengan Komisi IX DPR di Jakarta.
Perubahan ini bertujuan untuk memastikan alokasi dana lebih efektif dan berkeadilan, dengan insentif baru yang akan ditentukan berdasarkan volume produksi porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari. BGN tengah menyiapkan peraturan kepala badan sebagai dasar hukum baru, yang diharapkan segera diterbitkan dalam pekan ini.
Pelaksanaan kebijakan baru direncanakan mulai diberlakukan mulai Jumat atau Senin depan, setelah peraturan resmi dikeluarkan. Tujuan utamanya adalah meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi penggunaan anggaran, sekaligus mendorong kinerja optimal dari setiap unit SPPG dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lula Menang Pemilu Brasil, Cetak Sejarah Kedua Kali Dalam Sejarah
Luiz Inácio Lula da Silva terpilih kembali sebagai presiden Brasil dengan perolehan 51,79% suara, mencatatkan sejarah sebagai pemimpin pertama yang menang dalam pemilu putaran kedua setelah finis kedua di putaran pertama.
26 Oktober 2026

Pertama Kali iOS Berhasil Dioperasikan di Ponsel Android
Para pengembang independen berhasil menjalankan iOS 16 di perangkat Android, membuka jalan eksperimen teknis lintas ekosistem tanpa dukungan resmi dari Apple.
26 Oktober 2026

Pupuk Indonesia Perkuat Irigasi di 5 Wilayah, Dorong Ketahanan Pangan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan infrastruktur irigasi di lima daerah untuk tingkatkan akses air bagi petani lahan tadah hujan.
26 Oktober 2026

Indonesia Butuh Lebih Banyak Penulis Naskah Film Profesional
Ketua BPI ungkap industri film lokal kekurangan talenta, terutama penulis naskah, meski lulusan perfilman jumlahnya melimpah namun hanya sedikit yang masuk ke industri.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

BUMI Perkuat Posisi di Sektor Pertambangan Global
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

BI Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Volatilitas Pasar
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

InJourney Airports Turunkan Tarif Bandara 50% untuk Libur Akhir Tahun
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Waspada Modus Penipuan BSU Incar Data Pribadi
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Indonesia Alihkan Pasokan Gas ke Dalam Negeri
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

OJK Respons Usulan Rating Pasar Modal Mandiri
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

BEI Perluas Komite HSC Dorong Tata Kelola Lebih Baik
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

Ekspor Perdana Terasi Udang Rebon Asahan ke Thailand Sukses
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

