Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Integrasi Rantai Nilai Tembaga Perkuat Kedaulatan Ekonomi

Pengembangan fasilitas pemurnian emas di Gresik oleh Freeport Indonesia menjadi langkah krusial dalam memperkuat kedaulatan mineral dan nilai tambah nasional melalui integrasi industri dalam negeri.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 07.28 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 5x dibuka
Integrasi Rantai Nilai Tembaga Perkuat Kedaulatan Ekonomi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indonesia kini mempercepat transformasi sektor pertambangan dari eksplorasi mentah menuju ekosistem industri berkelanjutan. Tembaga, sebagai komoditas strategis di era transisi energi dan elektrifikasi global, menjadi fokus utama dalam upaya membangun ketahanan ekonomi nasional. Penguasaan sumber daya dan pengelolaan rantai pasok secara menyeluruh kini menjadi kunci untuk memastikan manfaat ekonomi tetap berada di dalam negeri.

Pemilikan mayoritas melalui MIND ID di PT Freeport Indonesia (PTFI) menjadi fondasi utama dalam strategi tersebut. Fokus tidak hanya pada eksploitasi bijih, tetapi juga pada pengembangan fasilitas pemurnian seperti Precious Metal Refinery (PMR) di Gresik. Fasilitas ini mampu menghasilkan emas batangan murni 99,99% dengan kapasitas tahunan 50 ton emas dan 200 ton perak dari limbah proses pengolahan tembaga. Dengan demikian, nilai dari produk sampingan pun dimaksimalkan secara ekonomis.

Pada Februari 2025, PTFI telah menyerahkan 125 kilogram emas batangan hasil produksi PMR kepada PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), senilai sekitar Rp207 miliar. Penyerahan ini merupakan bagian dari kerja sama jangka panjang yang mencakup pembelian hingga 30 ton emas per tahun. Kemitraan ini menunjukkan sinergi antar perusahaan dalam holding yang bertujuan memperkuat kemandirian pasokan logam mulia domestik.

Data World Gold Council menunjukkan permintaan emas batangan dan koin di Indonesia mencapai 31,6 ton pada 2025, sementara konsumsi emas untuk perhiasan mencapai 16,6 ton, total hampir 48,2 ton—nyaris menyamai kapasitas produksi PMR. Integrasi antara PTFI dan ANTAM bukan sekadar transaksi, melainkan bagian dari strategi membangun rantai nilai yang terintegrasi dari tambang hingga industri hilir.

Dengan optimalisasi produksi Grasberg dan peningkatan kapasitas smelter di Gresik, Indonesia makin dekat pada visi industri pertambangan yang berdaulat. Menurut pernyataan resmi MIND ID, tujuan utama adalah memastikan kekayaan alam tidak hanya diekspor sebagai komoditas, tetapi diolah dan dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan bangsa. Setiap langkah kini berkontribusi pada fondasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya