Investasi Besar Tapi Loker Minim, Anindya Soroti Ketimpangan Kerja
Ketua Umum Kadin Indonesia menyoroti minimnya lapangan kerja formal meski realisasi investasi mencapai triliunan rupiah, khususnya dari proyek padat modal seperti data center dan smelter.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 17.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 27x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mempertanyakan kualitas investasi yang terus melonjak namun belum mampu menyerap tenaga kerja secara signifikan. Meski angka penanaman modal asing dan dalam negeri telah menembus angka Rp1.500 triliun, jumlah pekerja di sektor formal justru mengalami penurunan. Ia menekankan bahwa tidak semua bentuk investasi berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja, terutama di sektor yang bersifat padat modal seperti data center, smelter, dan hilirisasi bahan baku.
Anindya menjelaskan bahwa investasi berbasis teknologi ini membutuhkan sedikit tenaga kerja manusia karena ketergantungan tinggi pada otomasi dan sistem digital. Ia menekankan perlunya keseimbangan dalam arahan kebijakan investasi, agar tidak hanya mengejar nilai nominal besar, tetapi juga memperhatikan dampak sosial ekonomi, khususnya terhadap penyerapan tenaga kerja. Ia menyarankan pemerintah lebih memperhatikan sektor-sektor padat karya seperti pertanian, perkebunan, perikanan, garmen, sepatu, dan furnitur yang memiliki potensi besar dalam menciptakan pekerjaan formal.
Dalam konferensi pers di kantor Kadin, Anindya menegaskan bahwa daya saing produk lokal harus ditingkatkan agar bisa bersaing di pasar global, sekaligus menjadi penopang ekspor yang berbasis tenaga kerja. Ia menilai bahwa ekspor yang berbasis padat karya lebih berkelanjutan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat. Selain itu, penguatan sektor informal juga menjadi fokus, dengan upaya pendampingan bagi pelaku usaha agar dapat beralih ke sektor formal dan meningkatkan kualitas produksi.
Ia menyoroti pentingnya peningkatan produktivitas kerja sebagai respons terhadap kenaikan upah minimum. Menurutnya, kenaikan gaji harus diikuti dengan peningkatan efisiensi dan kualitas output agar daya saing perusahaan tetap terjaga. Di tengah perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, dunia usaha diminta mempersiapkan diri dengan manajemen risiko yang komprehensif, tanpa mengabaikan kesejahteraan pekerja.
Anindya menegaskan bahwa kemajuan ekonomi tidak hanya diukur dari volume investasi, tetapi juga dari inklusi, kualitas pekerjaan, dan pemerataan manfaat. Ia menekankan bahwa daya saing bukan sekadar slogan, melainkan kebutuhan mendesak untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

