Investasi KEK Capai Rp382,1 Triliun Hingga September 2026
Realisasi investasi di kawasan ekonomi khusus mencapai Rp382,1 triliun sejak 2012, menyerap 302.262 tenaga kerja melalui 509 badan usaha.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 12.21 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 12x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Realisasi investasi di kawasan ekonomi khusus (KEK) secara kumulatif telah menembus angka Rp382,1 triliun sejak tahun 2012 hingga September 2026. Angka ini mencerminkan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 302.262 orang dan melibatkan 509 badan usaha dari berbagai sektor. Data tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam Rapat Koordinasi Dukungan Kementerian/Lembaga untuk Pengembangan KEK Triwulan III 2026 di Jakarta.
Dari total investasi tersebut, sebanyak Rp342,4 triliun berasal dari pelaku usaha, sementara investasi tanpa pendanaan APBN mencapai Rp39,7 triliun. Selama periode Januari hingga September 2026, realisasi investasi tercatat sebesar Rp46 triliun, atau setara 67 persen dari target tahunan sebesar Rp69,1 triliun. Peningkatan ini juga disertai penambahan tenaga kerja sebanyak 53 ribu orang, menunjukkan dinamika ekspansi ekonomi yang terus berlangsung.
Komposisi investasi pada periode tersebut terdiri atas penanaman modal dalam negeri (PMDN) senilai Rp13 triliun dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp33 triliun. Dua puluh lima KEK telah beroperasi di seluruh wilayah Indonesia, tersebar secara merata dengan rincian 13 kawasan industri, enam kawasan pariwisata, dua kawasan kesehatan, satu kawasan digital, dua kawasan teknologi dan edukasi, serta satu kawasan jasa lainnya.
Dari total 25 KEK, tujuh di antaranya berlokasi di Jawa, sedangkan 18 lainnya tersebar di luar Jawa, mencerminkan upaya pemerintah dalam mendistribusikan pertumbuhan ekonomi secara merata. Dengan kondisi ini, pemerintah terus memperkuat dukungan regulasi dan infrastruktur untuk memastikan KEK dapat menjadi motor penggerak investasi dan lapangan kerja di seluruh wilayah.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

