Investasi SDM Kunci Manfaatkan Bonus Demografi
Pemerintah menekankan perlunya investasi berkelanjutan pada sumber daya manusia untuk optimalisasi bonus demografi, mengingat lonjakan populasi dan tren penuaan penduduk yang perlu diantisipasi sejak dini.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 23.25 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 47x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pemerintah Indonesia menegaskan urgensi memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama dalam memanfaatkan potensi bonus demografi. Menteri Keuangan menyampaikan hal ini dalam forum internasional di Bangkok, menyoroti transformasi demografi yang sedang terjadi, di mana jumlah penduduk diperkirakan naik dari 284 juta menjadi 325 juta dalam dua dekade ke depan. Meskipun jumlah penduduk meningkat, tantangan nyata bukan pada kuantitas, melainkan pada kualitas dan struktur populasi yang berubah.
Kondisi demografi yang dinamis memerlukan kebijakan jangka panjang yang responsif terhadap perubahan. Saat ini, 12 persen penduduk berusia di atas 60 tahun dan hampir 8 persen berusia di atas 65 tahun, menunjukkan awal dari tren penuaan penduduk. Tanpa intervensi strategis, hal ini dapat mengurangi produktivitas dan menambah beban anggaran negara. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa kualitas SDM terus ditingkatkan secara menyeluruh.
Menkeu menekankan bahwa peningkatan kualitas manusia tidak bisa terjadi secara otomatis. Ia menegaskan bahwa investasi harus dimulai sejak dini—mulai dari masa kehamilan, masa anak-anak, pendidikan, hingga memasuki dunia kerja. Dengan pendekatan ini, Indonesia berpotensi menikmati manfaat bonus demografi kedua, atau yang disebut silver dividend, melalui masyarakat yang sehat, terdidik, dan produktif meskipun berusia lanjut.
Dalam konteks anggaran yang terbatas, pemerintah diminta untuk menetapkan prioritas belanja secara cermat. Keseimbangan antara kebutuhan mendesak saat ini dan investasi jangka panjang menjadi kunci. Langkah strategis ini tidak hanya menjamin pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, tetapi juga memperkuat ketahanan fiskal dalam menghadapi tekanan demografi di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Pemerintah menaikkan target setoran PNBP sektor energi dan mineral tahun 2026 menjadi Rp165 triliun, didorong capaian positif hingga September yang sudah mencapai 93,78% dari target sebelumnya.
25 Oktober 2026

Rupiah Terus Melemah di Atas Rp18.000/US$
Rupiah mengalami tekanan berkelanjutan dengan nilai tukar menembus level Rp18.040 per dolar AS, dipicu penguatan greenback dan penurunan persepsi investasi global.
25 Oktober 2026

BRILink Agen Fillio Dorong Inklusi Keuangan di Dumai
Layanan keuangan melalui BRILink Agen Fillio di Dumai berhasil meningkatkan akses transaksi keuangan bagi masyarakat, terutama UMKM dan lansia, sekaligus mendukung perputaran ekonomi lokal.
25 Oktober 2026

Obama: Pemilu Sela adalah Batas Terakhir Menghentikan Kebodohan Politik
Mantan Presiden AS Barack Obama menyerukan dukungan terhadap Demokrat dalam pemilu sela, menilai pemerintahan Trump telah membawa kekacauan dan kebijakan yang merusak stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Siapkan Rp883 Miliar untuk Diskon Transportasi Nataru
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

