Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Investasi SDM Kunci Manfaatkan Bonus Demografi

Pemerintah menekankan perlunya investasi berkelanjutan pada sumber daya manusia untuk optimalisasi bonus demografi, mengingat lonjakan populasi dan tren penuaan penduduk yang perlu diantisipasi sejak dini.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 23.25 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 47x dibuka
Investasi SDM Kunci Manfaatkan Bonus Demografi📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Indonesia menegaskan urgensi memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama dalam memanfaatkan potensi bonus demografi. Menteri Keuangan menyampaikan hal ini dalam forum internasional di Bangkok, menyoroti transformasi demografi yang sedang terjadi, di mana jumlah penduduk diperkirakan naik dari 284 juta menjadi 325 juta dalam dua dekade ke depan. Meskipun jumlah penduduk meningkat, tantangan nyata bukan pada kuantitas, melainkan pada kualitas dan struktur populasi yang berubah.

Kondisi demografi yang dinamis memerlukan kebijakan jangka panjang yang responsif terhadap perubahan. Saat ini, 12 persen penduduk berusia di atas 60 tahun dan hampir 8 persen berusia di atas 65 tahun, menunjukkan awal dari tren penuaan penduduk. Tanpa intervensi strategis, hal ini dapat mengurangi produktivitas dan menambah beban anggaran negara. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa kualitas SDM terus ditingkatkan secara menyeluruh.

Menkeu menekankan bahwa peningkatan kualitas manusia tidak bisa terjadi secara otomatis. Ia menegaskan bahwa investasi harus dimulai sejak dini—mulai dari masa kehamilan, masa anak-anak, pendidikan, hingga memasuki dunia kerja. Dengan pendekatan ini, Indonesia berpotensi menikmati manfaat bonus demografi kedua, atau yang disebut silver dividend, melalui masyarakat yang sehat, terdidik, dan produktif meskipun berusia lanjut.

Dalam konteks anggaran yang terbatas, pemerintah diminta untuk menetapkan prioritas belanja secara cermat. Keseimbangan antara kebutuhan mendesak saat ini dan investasi jangka panjang menjadi kunci. Langkah strategis ini tidak hanya menjamin pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, tetapi juga memperkuat ketahanan fiskal dalam menghadapi tekanan demografi di masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya