Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Investasi Strategis Tuntaskan Proyek CA-EDC di Cilegon

Danantara dan INA resmi menyelesaikan pendanaan proyek CA-EDC Chandra Asri, yang ditargetkan beroperasi komersial 2027 dan mampu mengurangi ketergantungan impor bahan baku industri.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 15.49 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 76x dibuka
Investasi Strategis Tuntaskan Proyek CA-EDC di Cilegon📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Proyek Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) milik PT Chandra Asri Pacific Tbk telah menyelesaikan tahap pendanaan strategis melalui kolaborasi antara Danantara Investment Management (DIM) dan Indonesia Investment Authority (INA). Meski rincian nilai investasi dan proporsi kepemilikan tidak diungkapkan, transaksi ini menjadi langkah krusial dalam memperkuat basis industri kimia dalam negeri. Fasilitas yang berlokasi di Cilegon, Banten, dirancang untuk memproduksi 400 kilotonnes per tahun soda kaustik dan 500 kilotonnes per tahun ethylene dichloride (EDC), komoditas kunci dalam rantai produksi berbagai sektor manufaktur.

Hingga September 2026, progres pembangunan proyek telah mencapai 80%, dengan fokus pada pemasangan peralatan utama dan penyelesaian infrastruktur pendukung seperti dermaga, trestle, serta fasilitas penyimpanan. Proyek ini diharapkan mulai beroperasi secara komersial pada 2027, sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat hilirisasi industri, khususnya di sektor bauksit dan alumina yang sangat bergantung pada pasokan soda kaustik domestik. Dengan produksi dalam negeri yang terintegrasi, negara diharapkan bisa menghemat devisa dan memperkuat ketahanan pasokan bahan baku strategis.

Kepala eksekutif DIM, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa pendekatan investasi ini didasarkan pada prinsip penopangan ketahanan ekonomi nasional tanpa mengabaikan keberlanjutan komersial. Ia menyebut proyek CA-EDC sebagai bentuk investasi jangka panjang yang berpotensi menciptakan nilai berkelanjutan bagi Indonesia. Menurutnya, peran Danantara sebagai katalis dalam menarik partisipasi modal swasta untuk proyek strategis telah terbukti efektif dalam mendorong pengembangan infrastruktur industri kritis.

Di sisi lain, Ketua Dewan Direktur INA, Oki Ramadhana, menyoroti dua alasan utama dalam keputusan investasi: signifikansi strategis soda kaustik dan EDC dalam rantai nilai industri nasional, serta kekuatan fundamental ekonomi proyek. Ia menekankan bahwa proyek ini tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga mendukung transformasi ekonomi ke arah industri yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Sementara itu, Presiden Direktur Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menyebut kemitraan ini sebagai milestone penting, dengan harapan mampu menciptakan sekitar 3.000 pekerjaan selama fase konstruksi dan 250 posisi tetap saat operasional.

Chandra Asri Group, yang mengelola portofolio bisnis di sektor energi & kimia, infrastruktur terintegrasi, dan solusi mobilitas, kini memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam industri kimia berbasis dalam negeri. Selain fasilitas CA-EDC, grup memiliki naphtha cracker di Cilegon dengan kapasitas 0,9 juta metrik ton per tahun, kilang di Pulau Bukom dengan kapasitas lebih dari 300.000 barel per hari, serta aset kimia hilir senilai 2,5 juta metrik ton di Pulau Jurong. Dengan pengelolaan sekitar 60 SPBU ritel Esso, grup terus memperluas jangkauan operasionalnya secara strategis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya