Investor Diminta Tangguh Hadapi Volatilitas Pasar
OJK tekankan pentingnya ketahanan emosional dan disiplin dalam menghadapi fluktuasi pasar modal, seiring IHSG turun 31,27% sejak awal tahun.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 21.05 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 25x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan perlunya investor memiliki ketahanan mental dan sikap disiplin dalam menghadapi fluktuasi pasar modal yang terus berubah. Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Efek menyatakan bahwa keberhasilan berinvestasi tidak ditentukan oleh tidak pernah mengalami kerugian, melainkan kemampuan menjaga konsistensi dan mengelola risiko secara rasional.
Menurutnya, pergerakan harga saham yang dinamis—dipengaruhi kondisi ekonomi global, sentimen pasar, dan faktor makroekonomi—menuntut investor untuk tidak terpancing emosional. Ia menyarankan agar tidak tergesa-gesa membeli saham karena melihat keuntungan orang lain, begitu pula tidak melakukan penjualan panik saat pasar mengalami penurunan. Kunci utama, kata dia, adalah tetap tenang dan berpegang pada rencana investasi yang telah dirancang.
Untuk membangun ketahanan tersebut, OJK mendorong investor untuk memiliki tujuan investasi yang jelas, menyiapkan dana darurat, serta menerapkan diversifikasi portofolio sesuai profil risiko masing-masing. Dengan begitu, investor tidak hanya berani berinvestasi, tetapi juga siap menghadapi konsekuensi dari risiko yang melekat pada instrumen pasar modal.
Data terkini menunjukkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 31,27% secara year to date. Meski sempat mencapai level tertinggi sepanjang masa di 9.174,47 pada Januari, kini kapitalisasi pasar telah menyusut menjadi Rp10.452 triliun. Perbandingan dengan posisi tertinggi pada 8 Desember 2025—yang mencapai Rp16.000 triliun—menunjukkan penurunan sebesar Rp5.548 triliun atau 34,68%.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Anggota BPK RI Fathan Subchi meninggal dunia pada Minggu (25/10) di usia 56 tahun, meninggalkan jejak panjang dalam politik, keuangan negara, dan organisasi keislaman.
25 Oktober 2026

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Presiden Prabowo menegaskan ketahanan ekonomi nasional meski menghadapi tekanan dari MSCI, dengan menekankan kesiapan Indonesia menghadapi dinamika pasar global.
25 Oktober 2026

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Program binaan Pertamina membantu UMKM tumbuh secara ekonomi sekaligus menciptakan dampak sosial luas melalui pemberdayaan perempuan, penyandang disabilitas, dan pelestarian budaya lokal.
25 Oktober 2026

Pemprov Kaltim Dorong Literasi Keuangan untuk Perkuat Ekonomi Rakyat
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur gencar tingkatkan literasi dan inklusi keuangan demi akses layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penjualan Hyundai dan Kia di China Meleset di Bawah 10.000 Unit
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Shin Tae-yong Dorong Sistem Pembinaan Sepak Bola Berkelanjutan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Laswi Heritage Run 2026 Sukses Gagas Gelora Olahraga di Tengah Warisan Kolonial
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

