Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Investor Tiongkok Incar Pengembangan Tiram Berkelanjutan di Banyuwangi

Perusahaan asal Tiongkok, MATA Ecology, menyatakan ketertarikan untuk mengembangkan budi daya tiram berkelanjutan di Banyuwangi, dengan fokus pada ekosistem ramah lingkungan dan keterlibatan masyarakat lokal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 00.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Investor Tiongkok Incar Pengembangan Tiram Berkelanjutan di Banyuwangi📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kabupaten Banyuwangi kini menjadi target investasi baru dari perusahaan asal Tiongkok, MATA Ecology, yang menyatakan minat kuat untuk mengembangkan sektor budi daya tiram secara berkelanjutan. Proyek ini diarahkan sebagai bagian dari konsep blue industry, di mana kegiatan perikanan dikelola dengan mempertimbangkan kelestarian lingkungan laut serta kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dalam pertemuan dengan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, pihak investor memaparkan rencana strategis yang mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari budidaya hingga pengolahan produk turunan. Salah satu inovasi yang disoroti adalah pemanfaatan cangkang tiram yang selama ini dianggap limbah menjadi bahan baku pupuk organik, meningkatkan nilai ekonomi dari hasil laut.

Ipuk menyambut positif rencana tersebut, menilainya selaras dengan visi pembangunan Banyuwangi yang menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan. Ia menegaskan bahwa program ini berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir, serta memperkuat sektor kelautan dan perikanan secara menyeluruh.

Pemerintah daerah optimistis bahwa investasi ini tidak hanya memberi dampak langsung pada sektor ekonomi, tetapi juga mendukung ekosistem pesisir dan dapat menjadi pendukung pariwisata berkelanjutan. Dengan pendekatan yang inklusif dan ramah lingkungan, proyek ini diharapkan menjadi model pengembangan sumber daya laut yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya