Irak dan AS Perkuat Kerja Sama Energi dan Keamanan Pasca-Misi Militer
Kunjungan perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi ke Gedung Putih menegaskan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas, mengelola keamanan, dan memperluas kolaborasi di sektor energi.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 TempoKendari, ıNarasikita - Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi melakukan kunjungan resmi pertamanya ke Gedung Putih pada Selasa 14 Juli 2026, bertemu langsung dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pertemuan ini menjadi momen penting dalam memperbarui hubungan bilateral, dengan fokus utama pada isu keamanan, investasi strategis, dan pengelolaan sumber daya energi nasional. Kedua pemimpin menegaskan komitmen untuk membangun kerja sama yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.
Al-Zaidi menyatakan bahwa Irak kini memperketat aturan terkait kepemilikan senjata, menutup akses bagi pihak eksternal sejak penarikan misi militer Amerika pada 30 September mendatang. Ia menegaskan bahwa otoritas keamanan Irak telah melakukan penyitaan senjata dari sejumlah kelompok militer yang memiliki afiliasi dengan Iran. “Setelah 30 September, Irak tidak lagi mengizinkan pihak luar negara membawa senjata ke wilayahnya,” tegasnya, menekankan prinsip kedaulatan penuh atas keamanan nasional.
Trump menyambut kunjungan tersebut dengan pujian, menyebut al-Zaidi sebagai pemimpin yang visioner dan berani. Ia menyatakan optimisme terhadap masa depan hubungan AS-Irak, menekankan bahwa Amerika akan selalu mendukung Irak, baik dalam bentuk bantuan maupun perlindungan jika diperlukan. Trump juga menyoroti Iran sebagai ancaman bersama, menyatakan bahwa kepentingan Irak dan Amerika sejalan dalam menghadapi gangguan di kawasan Timur Tengah.
Dalam kesempatan itu, kedua pihak menyepakati penandatanganan memorandum kerja sama energi dalam pekan depan. Trump menekankan potensi besar Irak dalam produksi minyak, yang diharapkan menjadi fondasi baru bagi pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, al-Zaidi menegaskan bahwa Irak berupaya mengubah hubungan dengan AS dari model manajemen krisis menjadi mitra ekonomi dan investasi jangka panjang, dengan tetap menjaga netralitas dalam konflik regional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prancis Catat Kematian Pertama Akibat Virus Shamonda pada Manusia
Prancis melaporkan kematian pertama manusia akibat infeksi virus Shamonda, yang menyerang pasien dengan imunodefisiensi berat, menjadi kasus global pertama tanpa risiko kesehatan umum saat ini.
25 Oktober 2026

Widodo AS: Pahlawan Transisi Demokrasi yang Tak Terlupakan
Mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto meninggal dunia pada usia 82 tahun, meninggalkan warisan penting dalam proses reformasi lembaga negara pasca-Orde Baru.
25 Oktober 2026

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

