Iran Kuatkan Jaringan Milisi di Timur Tengah
Iran memperkuat sejumlah milisi di Timur Tengah sebagai bagian dari strategi regional untuk menantang kekuatan Barat dan Israel melalui aliansi ideologis dan militer.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Iran telah membangun jaringan milisi di berbagai negara Timur Tengah sebagai bentuk ekspansi pengaruh ideologis dan strategis. Di Yaman, kelompok Houthi menjadi salah satu mitra utama, menerima dukungan finansial, pelatihan, dan senjata dari Teheran. Menurut analis militer, Houthi dikenal sebagai sekutu paling militan dan ideologis di antara semua proksi Iran, dengan komitmen tinggi terhadap visi perlawanan terhadap Arab Saudi dan kebijakan Barat.
Di Lebanon, Hizbullah menjadi kekuatan militer paling terlatih dan terorganisir, yang didirikan atas dasar paham Syiah yang diasuh oleh Iran. Kelompok ini telah beroperasi selama lebih dari dua dekade, menjadikannya elemen kunci dalam dinamika keamanan regional. Di Irak, Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) yang dibiayai dan dipengaruhi Iran juga memainkan peran besar dalam konflik melawan kelompok ISIS dan sebagai alat pengaruh politik di dalam negeri.
Di Suriah, Zaynabiyoun Brigade—milisi Syiah yang didirikan sejak 2014—merupakan bagian dari operasi militer Iran, dengan pelatihan langsung dari Pasukan Quds Garda Revolusi Iran. Kehadiran kelompok-kelompok ini menunjukkan pola konsisten: Iran memanfaatkan jaringan proksi untuk memperluas pengaruh tanpa harus terlibat secara langsung dalam konflik.
Strategi ini didorong oleh doktrin "ekspor revolusi", yang menekankan pembentukan "poros perlawanan" melawan Israel dan Amerika Serikat. Namun, seiring waktu, efektivitas jaringan ini menurun akibat tekanan militer dan politik dari AS, Israel, serta negara-negara Teluk. Krisis 7 Oktober menunjukkan bahwa pengakuan terhadap ancaman proksi Iran telah berubah dari isu manajemen risiko menjadi ancaman eksistensial. Kini, kebijakan AS yang lebih tegas di bawah era Trump mencerminkan penolakan terhadap dominasi regional Iran.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Nepal Ajukan Klaim US$20 Juta ke PBB Akibat Bencana Iklim
Nepal akan mengajukan klaim finansial sebesar US$20 juta ke PBB menyusul bencana banjir dan longsor yang menewaskan ribuan orang, didukung riset ilmiah tentang peran perubahan iklim.
20 September 2026

Salju di Papua Akan Lenyap pada 2027, Tanda Kehilangan Spiritual dan Keberlanjutan
Gletser terakhir di puncak Papua diperkirakan menghilang pada akhir 2026 atau awal 2027, menandai akhir era salju tropis yang sakral bagi tiga generasi masyarakat adat Amungme dan Moni.
20 September 2026

Perempuan Lebih Rentan Migrain karena Fluktuasi Hormon
Migrain lebih sering terjadi pada perempuan ketimbang laki-laki, terutama akibat perubahan hormon selama siklus menstruasi dan perimenopause.
20 September 2026

Penempatan Manajer Kopdes Merah Putih Terlambat, Pekerjaan dan Harapan Terancam Gagal
Lebih dari sebulan setelah jadwal penempatan ditetapkan, manajer kopdes Merah Putih masih menunggu SK resmi, padahal mereka telah meninggalkan pekerjaan lama dengan harapan bisa kembali ke kampung halaman.
20 September 2026
Berita Lainnya

Tim Bangladesh Dijemput Suporter Antusias Sebelum Laga FIFA ASEAN Cup
Minggu, 20 September 2026, 15.28 WITA

Saudi Gagalkan Rudal Houthi ke Riyadh, Bandara Terdampak
Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA

Tung Chee Hwa Diberi Penghormatan Terakhir di Hong Kong
Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA

FPCI Gelar Forum Global 2026, Dorong Reorientasi Dunia
Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA

Israel Minta Senjata Canggih sebagai Imbalan Jual F-35 ke Saudi
Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA

Indonesia Raih Medali Perunggu di Soft Tennis Beregu Putra
Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA

Hakim Bisa Paksa Jokowi Hadir Sidang Kasus Ijazah Palsu
Minggu, 20 September 2026, 15.24 WITA

Menteri Transportasi Malaysia Undur Diri Protes Pengampunan Najib
Minggu, 20 September 2026, 15.24 WITA

