Perempuan Lebih Rentan Migrain karena Fluktuasi Hormon
Migrain lebih sering terjadi pada perempuan ketimbang laki-laki, terutama akibat perubahan hormon selama siklus menstruasi dan perimenopause.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 15.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Migrain, gangguan saraf yang memengaruhi sekitar satu dari tujuh orang di dunia, menunjukkan dominasi pada kelompok perempuan dengan rasio tiga kali lebih tinggi dibanding laki-laki. Kondisi ini bukan sekadar sakit kepala biasa, melainkan hasil dari sensitivitas otak yang meningkat terhadap berbagai rangsangan eksternal dan internal. Gejala yang muncul, seperti nyeri hebat, mual, pusing, hingga gangguan kognitif, dapat berlangsung hingga tiga hari dan berdampak signifikan terhadap produktivitas dan kualitas hidup.
Faktor pemicu migrain bersifat multipel dan saling terkait. Perubahan hormon, terutama penurunan estrogen sebelum menstruasi, menjadi salah satu penyebab utama. Fluktuasi hormon juga menjadi pemicu dominan selama perimenopause, fase transisi menuju menopause yang ditandai dengan ketidakstabilan hormonal. Selain itu, gangguan tidur, stres, perubahan cuaca, dehidrasi, serta kondisi medis seperti anemia atau gangguan tiroid turut berkontribusi.
Serangan migrain umumnya melalui empat tahap: prodrome, aura, fase nyeri, dan pascadromal. Pada tahap prodrome, penderita bisa merasakan kelelahan ekstrem atau sering menguap. Aura muncul pada sekitar sepertiga pasien, dengan gejala seperti penglihatan berbentuk zig-zag atau bintik putih. Fase nyeri bisa berlangsung antara empat hingga 72 jam, diikuti dengan masa pemulihan yang disebut "hangover" — kondisi di mana tubuh terasa lemah dan fungsi kognitif belum kembali optimal.
Pengelolaan migrain tidak hanya terletak pada menghindari pemicu, tetapi juga pada penyesuaian gaya hidup secara konsisten. Menjaga pola makan teratur, tidur yang teratur, serta mengelola stres menjadi kunci utama. Dr Katy Munro menekankan pentingnya memahami pola perubahan sebelum serangan, bukan menyalahkan diri atas ketidaksempurnaan rutinitas. Olahraga tetap dianjurkan, tetapi harus disesuaikan dengan asupan energi dan cairan yang memadai.
Pengobatan efektif harus dimulai sejak dini. Obat analgesik atau terapi khusus dapat mencegah keparahan serangan jika dikonsumsi pada tahap awal. Peningkatan kesadaran akan peran hormon dan pengelolaan gaya hidup yang stabil menjadi pendekatan utama dalam menekan frekuensi dan keparahan migrain, terutama pada perempuan di rentang usia reproduktif hingga menopause.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Nepal Ajukan Klaim US$20 Juta ke PBB Akibat Bencana Iklim
Nepal akan mengajukan klaim finansial sebesar US$20 juta ke PBB menyusul bencana banjir dan longsor yang menewaskan ribuan orang, didukung riset ilmiah tentang peran perubahan iklim.
20 September 2026

Salju di Papua Akan Lenyap pada 2027, Tanda Kehilangan Spiritual dan Keberlanjutan
Gletser terakhir di puncak Papua diperkirakan menghilang pada akhir 2026 atau awal 2027, menandai akhir era salju tropis yang sakral bagi tiga generasi masyarakat adat Amungme dan Moni.
20 September 2026

Penempatan Manajer Kopdes Merah Putih Terlambat, Pekerjaan dan Harapan Terancam Gagal
Lebih dari sebulan setelah jadwal penempatan ditetapkan, manajer kopdes Merah Putih masih menunggu SK resmi, padahal mereka telah meninggalkan pekerjaan lama dengan harapan bisa kembali ke kampung halaman.
20 September 2026

Saudi Gagalkan Rudal Houthi ke Riyadh, Bandara Terdampak
Arab Saudi melaporkan berhasil mencegat rudal balistik Houthi yang ditujukan ke Riyadh, menyusul serangan beruntun dan gangguan di bandara serta peringatan darurat bagi warga.
20 September 2026
Berita Lainnya

Tim Bangladesh Dijemput Suporter Antusias Sebelum Laga FIFA ASEAN Cup
Minggu, 20 September 2026, 15.28 WITA

Iran Kuatkan Jaringan Milisi di Timur Tengah
Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA

Tung Chee Hwa Diberi Penghormatan Terakhir di Hong Kong
Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA

FPCI Gelar Forum Global 2026, Dorong Reorientasi Dunia
Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA

Israel Minta Senjata Canggih sebagai Imbalan Jual F-35 ke Saudi
Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA

Indonesia Raih Medali Perunggu di Soft Tennis Beregu Putra
Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA

Hakim Bisa Paksa Jokowi Hadir Sidang Kasus Ijazah Palsu
Minggu, 20 September 2026, 15.24 WITA

Menteri Transportasi Malaysia Undur Diri Protes Pengampunan Najib
Minggu, 20 September 2026, 15.24 WITA

