Minggu, 20 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Israel Minta Senjata Canggih sebagai Imbalan Jual F-35 ke Saudi

Israel meminta kompensasi teknologi tinggi dari AS setelah disetujui penjualan 48 jet F-35 ke Arab Saudi, yang mengancam dominasi militer negara itu di Timur Tengah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Israel Minta Senjata Canggih sebagai Imbalan Jual F-35 ke Saudi📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Kegelisahan mendalam muncul di kalangan militer dan politik Israel menyusul keputusan Amerika Serikat yang menyetujui penjualan 48 unit jet tempur siluman F-35 ke Arab Saudi. Keputusan ini dinilai sebagai terobosan strategis yang berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan militer di kawasan Timur Tengah, di mana Israel saat ini menjadi satu-satunya negara Arab yang mengoperasikan pesawat canggih tersebut.

Sebagai respons, pihak Israel dilaporkan telah mengajukan permintaan kompensasi kepada Washington berupa peralatan militer canggih yang sebelumnya tidak disetujui, termasuk sistem pertahanan antariksa, kemampuan intersepsi udara, serta perluasan produksi dan pengembangan sistem pencegat. Permintaan ini dipandang sebagai upaya untuk mempertahankan keunggulan teknologi yang selama ini menjadi fondasi keamanan nasional.

Dalam rincian yang dikutip dari laporan internal, Israel juga menargetkan pengadaan amunisi khusus penghancur bunker dan sistem pertahanan bawah tanah yang mampu beroperasi dalam kondisi geografis ekstrem, seperti pegunungan berbatu. Penambahan fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas pertahanan strategis negara dalam menghadapi ancaman dari wilayah yang sulit diakses.

Persetujuan AS terhadap paket senjata senilai USD24,3 miliar mencakup tidak hanya pesawat F-35, tetapi juga 49 mesin F135-PW-100, peralatan kriptografi, dukungan peperangan elektronik, serta pelatihan dan logistik. Jika terealisasi, Arab Saudi akan menjadi negara Arab pertama yang memiliki jet siluman F-35, menandai pergeseran signifikan dalam ekosistem keamanan regional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya