Israel Minta Senjata Canggih sebagai Imbalan Jual F-35 ke Saudi
Israel meminta kompensasi teknologi tinggi dari AS setelah disetujui penjualan 48 jet F-35 ke Arab Saudi, yang mengancam dominasi militer negara itu di Timur Tengah.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Kegelisahan mendalam muncul di kalangan militer dan politik Israel menyusul keputusan Amerika Serikat yang menyetujui penjualan 48 unit jet tempur siluman F-35 ke Arab Saudi. Keputusan ini dinilai sebagai terobosan strategis yang berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan militer di kawasan Timur Tengah, di mana Israel saat ini menjadi satu-satunya negara Arab yang mengoperasikan pesawat canggih tersebut.
Sebagai respons, pihak Israel dilaporkan telah mengajukan permintaan kompensasi kepada Washington berupa peralatan militer canggih yang sebelumnya tidak disetujui, termasuk sistem pertahanan antariksa, kemampuan intersepsi udara, serta perluasan produksi dan pengembangan sistem pencegat. Permintaan ini dipandang sebagai upaya untuk mempertahankan keunggulan teknologi yang selama ini menjadi fondasi keamanan nasional.
Dalam rincian yang dikutip dari laporan internal, Israel juga menargetkan pengadaan amunisi khusus penghancur bunker dan sistem pertahanan bawah tanah yang mampu beroperasi dalam kondisi geografis ekstrem, seperti pegunungan berbatu. Penambahan fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas pertahanan strategis negara dalam menghadapi ancaman dari wilayah yang sulit diakses.
Persetujuan AS terhadap paket senjata senilai USD24,3 miliar mencakup tidak hanya pesawat F-35, tetapi juga 49 mesin F135-PW-100, peralatan kriptografi, dukungan peperangan elektronik, serta pelatihan dan logistik. Jika terealisasi, Arab Saudi akan menjadi negara Arab pertama yang memiliki jet siluman F-35, menandai pergeseran signifikan dalam ekosistem keamanan regional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Nepal Ajukan Klaim US$20 Juta ke PBB Akibat Bencana Iklim
Nepal akan mengajukan klaim finansial sebesar US$20 juta ke PBB menyusul bencana banjir dan longsor yang menewaskan ribuan orang, didukung riset ilmiah tentang peran perubahan iklim.
20 September 2026

Salju di Papua Akan Lenyap pada 2027, Tanda Kehilangan Spiritual dan Keberlanjutan
Gletser terakhir di puncak Papua diperkirakan menghilang pada akhir 2026 atau awal 2027, menandai akhir era salju tropis yang sakral bagi tiga generasi masyarakat adat Amungme dan Moni.
20 September 2026

Perempuan Lebih Rentan Migrain karena Fluktuasi Hormon
Migrain lebih sering terjadi pada perempuan ketimbang laki-laki, terutama akibat perubahan hormon selama siklus menstruasi dan perimenopause.
20 September 2026

Penempatan Manajer Kopdes Merah Putih Terlambat, Pekerjaan dan Harapan Terancam Gagal
Lebih dari sebulan setelah jadwal penempatan ditetapkan, manajer kopdes Merah Putih masih menunggu SK resmi, padahal mereka telah meninggalkan pekerjaan lama dengan harapan bisa kembali ke kampung halaman.
20 September 2026
Berita Lainnya

Tim Bangladesh Dijemput Suporter Antusias Sebelum Laga FIFA ASEAN Cup
Minggu, 20 September 2026, 15.28 WITA

Saudi Gagalkan Rudal Houthi ke Riyadh, Bandara Terdampak
Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA

Iran Kuatkan Jaringan Milisi di Timur Tengah
Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA

Tung Chee Hwa Diberi Penghormatan Terakhir di Hong Kong
Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA

FPCI Gelar Forum Global 2026, Dorong Reorientasi Dunia
Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA

Indonesia Raih Medali Perunggu di Soft Tennis Beregu Putra
Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA

Hakim Bisa Paksa Jokowi Hadir Sidang Kasus Ijazah Palsu
Minggu, 20 September 2026, 15.24 WITA

Menteri Transportasi Malaysia Undur Diri Protes Pengampunan Najib
Minggu, 20 September 2026, 15.24 WITA

