Saudi Gagalkan Rudal Houthi ke Riyadh, Bandara Terdampak
Arab Saudi melaporkan berhasil mencegat rudal balistik Houthi yang ditujukan ke Riyadh, menyusul serangan beruntun dan gangguan di bandara serta peringatan darurat bagi warga.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Koalisi militer pimpinan Arab Saudi mengonfirmasi berhasil menggagalkan serangan rudal balistik yang diluncurkan oleh kelompok Houthi ke arah ibu kota negara tersebut pada Sabtu dini hari. Menurut pernyataan resmi dari juru bicara koalisi, Turki al-Malki, angkatan udara kerajaan berhasil menetralkan rudal sebelum mencapai target, memastikan tidak terjadi kerusakan signifikan di wilayah Riyadh. Serangan tersebut dilakukan dalam konteks eskalasi konflik yang terus berlangsung di Yaman, dengan Houthi mengklaim menargetkan kota-kota strategis di wilayah selatan Arab Saudi.
Selain Riyadh, serangan juga dilaporkan menyasar kota-kota seperti Bisha, Taif, Farasan, dan Yanbu, yang merupakan area dengan infrastruktur penting dan kepadatan penduduk tinggi. Pertahanan udara Saudi dinilai efektif dalam menanggulangi ancaman, sehingga tidak ada korban jiwa atau kerusakan signifikan dilaporkan. Namun, kejadian tersebut disertai dengan kebakaran di dekat Depot Bahan Bakar di sekitar Bandara Internasional King Khalid, yang menyebabkan kepulan asap hitam dan menimbulkan kegaduhan di kalangan warga.
Sebelum serangan terjadi, pihak berwenang telah mengeluarkan peringatan dini kepada penduduk Riyadh untuk tetap berada di dalam rumah. Warga melaporkan mendengar suara ledakan berurutan, disusul getaran jendela rumah mereka, menandakan aktivitas udara yang tidak biasa. Bandara internasional tersebut sempat mengalami gangguan maksimum, dengan lalu lintas penerbangan terhenti sementara sebelum kembali normal. Sementara itu, sumber dari AFP dan pelacak penerbangan FlightRadar24 mengonfirmasi adanya penundaan dan pembatalan penerbangan akibat insiden tersebut.
Houthi menyatakan telah melancarkan dua operasi militer sebagai respons terhadap serangan udara Saudi yang berlangsung secara intensif. Juru bicara militer mereka, Yahya Saree, menyebut operasi melibatkan rudal balistik, jelajah, dan drone, dengan sasaran utama Riyadh dan fasilitas Aramco di Yanbu. Pihak Houthi menegaskan bahwa aksi mereka merupakan bentuk perlawanan terhadap agresi yang terus-menerus dilancarkan oleh koalisi Arab. Di sisi lain, Arab Saudi tetap mempertahankan strategi serangan balasan, meski belum mampu menghentikan pergerakan ofensif kelompok tersebut di wilayah pesisir Laut Merah.
Insiden ini terjadi beberapa hari setelah Arab Saudi menuding Houthi menargetkan Mekah, kota suci umat Islam, yang dibantah oleh kelompok Houthi sebagai klaim yang tidak berdasar. Seiring eskalasi, Arab Saudi meminta dukungan militer dari Amerika Serikat, yang pada akhirnya menyetujui penjualan 48 jet tempur F-35 senilai US$24,3 miliar. Penjualan ini ditegaskan sebagai upaya untuk memperkuat kemampuan pertahanan negara dalam menghadapi ancaman yang muncul dari wilayah Yaman.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Tonton Videonya
Berita Terkait

Nepal Ajukan Klaim US$20 Juta ke PBB Akibat Bencana Iklim
Nepal akan mengajukan klaim finansial sebesar US$20 juta ke PBB menyusul bencana banjir dan longsor yang menewaskan ribuan orang, didukung riset ilmiah tentang peran perubahan iklim.
20 September 2026

Salju di Papua Akan Lenyap pada 2027, Tanda Kehilangan Spiritual dan Keberlanjutan
Gletser terakhir di puncak Papua diperkirakan menghilang pada akhir 2026 atau awal 2027, menandai akhir era salju tropis yang sakral bagi tiga generasi masyarakat adat Amungme dan Moni.
20 September 2026

Perempuan Lebih Rentan Migrain karena Fluktuasi Hormon
Migrain lebih sering terjadi pada perempuan ketimbang laki-laki, terutama akibat perubahan hormon selama siklus menstruasi dan perimenopause.
20 September 2026

Penempatan Manajer Kopdes Merah Putih Terlambat, Pekerjaan dan Harapan Terancam Gagal
Lebih dari sebulan setelah jadwal penempatan ditetapkan, manajer kopdes Merah Putih masih menunggu SK resmi, padahal mereka telah meninggalkan pekerjaan lama dengan harapan bisa kembali ke kampung halaman.
20 September 2026
Berita Lainnya

Tim Bangladesh Dijemput Suporter Antusias Sebelum Laga FIFA ASEAN Cup
Minggu, 20 September 2026, 15.28 WITA

Iran Kuatkan Jaringan Milisi di Timur Tengah
Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA

Tung Chee Hwa Diberi Penghormatan Terakhir di Hong Kong
Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA

FPCI Gelar Forum Global 2026, Dorong Reorientasi Dunia
Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA

Israel Minta Senjata Canggih sebagai Imbalan Jual F-35 ke Saudi
Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA

Indonesia Raih Medali Perunggu di Soft Tennis Beregu Putra
Minggu, 20 September 2026, 15.25 WITA

Hakim Bisa Paksa Jokowi Hadir Sidang Kasus Ijazah Palsu
Minggu, 20 September 2026, 15.24 WITA

Menteri Transportasi Malaysia Undur Diri Protes Pengampunan Najib
Minggu, 20 September 2026, 15.24 WITA


