Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Irjen Roberto GM Pasaribu Jabat Kadiv TIK Polri

Kapolri menunjuk Irjen Roberto GM Pasaribu sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi Polri, menggantikan Irjen Slamet Uliandi yang dipindahkan ke jabatan luar struktur.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 23.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Irjen Roberto GM Pasaribu Jabat Kadiv TIK Polri📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto resmi menunjuk Irjen Roberto GM Pasaribu sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Divisi TIK) Polri, sejalan dengan mutasi struktural yang dilakukan pada awal periode kepemimpinannya. Keputusan tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026, yang mencakup 88 personel yang mengalami pergeseran jabatan. Penunjukan ini menandai langkah strategis dalam memperkuat kapasitas digital institusi kepolisian di tengah perkembangan teknologi yang pesat.

Roberto, yang lahir pada Mei 1979, merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 2000. Ia memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse, khususnya dalam penanganan kejahatan siber. Pada 2019, ia menjabat sebagai Kasubdit IV Cyber Crime di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, lalu dilantik sebagai Wakil Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya. Tahun 2021, ia dipercaya memimpin Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Yogyakarta, sebelum kemudian menjabat sebagai Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta.

Pada tahun 2024, Roberto kembali menempati posisi strategis sebagai Direktur Reserse Kriminal Siber Polda Metro Jaya, sebelum mendapatkan promosi menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen) dan menjabat sebagai Pati Bareskrim Polri. Pada 2026, ia juga diberikan tugas khusus di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Kini, dengan penunjukan sebagai Kadiv TIK, ia diharapkan mampu mempercepat transformasi digital di lingkungan Polri.

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian tak terpisahkan dari dinamika organisasi. Ia menyebut bahwa langkah ini dilakukan untuk menjaga efektivitas pelaksanaan tugas, sekaligus memberikan ruang bagi pengembangan karier personel. “Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bentuk pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” ujar Johnny dalam keterangan resmi, menekankan pentingnya keseimbangan antara kebutuhan operasional dan pertumbuhan profesional anggota Polri.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya