Jaksa Soroti Pura-Pura dalam Kasus Gratifikasi Bea Cukai
Jaksa menyoroti ketidaksesuaian antara citra instansi dengan realitas lapangan melalui referensi lagu God Bless dan Dewa 19 dalam sidang terdakwa kasus gratifikasi Rp7,6 miliar.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 17.51 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Sidang kasus dugaan gratifikasi senilai Rp7,6 miliar di lingkungan Direktorat Jenderal Bea Cukai kembali mencatatkan momen menarik saat Jaksa Penuntut Umum menyampaikan pembukaan dengan pendekatan kritis terhadap budaya pencitraan di instansi pemerintah. Dalam kesempatan tersebut, jaksa menyinggung dua lagu populer—Panggung Sandiwara dari God Bless dan Hadapi Dengan Senyuman karya Dewa 19—sebagai metafora atas praktek yang menutupi kenyataan di lapangan.
Pernyataan itu disampaikan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, dengan terdakwa Budiman Bayu Prasojo, mantan Kepala Seksi Intelijen Cukai P2 DJBC Bea Cukai. Jaksa menegaskan bahwa upaya pencegahan korupsi yang telah dilakukan KPK secara rutin di berbagai kantor Bea Cukai dinilai tidak berdampak signifikan, mengingat kasus ini terungkap meski telah ada serangkaian sosialisasi.
Dengan nada tegas, jaksa menyampaikan bahwa banyak instansi, termasuk Bea Cukai, cenderung menampilkan citra bersih di publik, sementara di lapangan justru terjadi praktik yang bertentangan dengan nilai-nilai transparansi dan akuntabilitas. Referensi terhadap dua lagu tersebut dimaksudkan untuk menyoroti adanya peran yang dipertontonkan—bukan kebenaran—dalam struktur kerja birokrasi yang sering kali mengabaikan kenyataan lapangan.
Sidang ini menjadi momentum penting dalam menunjukkan bahwa upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya dilakukan secara formal, tetapi harus diikuti dengan perubahan budaya kerja yang mendasar. Penekanan terhadap ketidaksesuaian antara narasi dan realitas diharapkan mampu memicu refleksi mendalam di kalangan aparatur negara agar tidak hanya bermain sandiwara dalam menjalankan tugas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Skandal Kuota Haji Rp622 Miliar Terungkap, Saksi Sebut Ada Instruksi Ketik Nama
Pengungkapan dugaan korupsi kuota haji senilai Rp622 miliar menunjukkan adanya praktik manipulasi nama calon jemaah yang disusun berdasarkan arahan tersangka.
9 September 2026

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Empat karya seni Renoir hilang dari museum di Cagnes-sur-Mer, dua di antaranya telah ditemukan kembali dalam penyelidikan yang masih berlangsung.
9 September 2026

Warga Saudi Jadi Korban Penusukan di Mayfair, Polisi Tangkap Pelaku
Seorang warga asing asal Arab Saudi mengalami penusukan di Mayfair, London, dalam insiden percobaan perampokan yang tidak mengancam jiwa.
9 September 2026

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Dua pengendara mobil listrik terlibat baku hantam di SPKLU Samanea, Tangerang, setelah salah satu pihak menolak prosedur antrean digital dan mengklaim telah datang lebih dahulu.
8 September 2026
Berita Lainnya
Pemadaman Listrik Berlanjut di Kendari dan Konawe, Tertunda Hingga Malam Hari
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
ASN Tunggak Pajak Kendaraan Siap Dikenai Sanksi TPP
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Kebiasaan Malam Sederhana Tingkatkan Kesehatan Kulit
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Pemkot Kendari Tuntaskan Pembangunan Jembatan Wawo
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Telusuri Aliran Dana Kasus Tambang di Bombana
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Tambang Nikel Kabaena
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA


