Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jalur Alternatif Medan–Berastagi Siap Dijalankan 2027

Pemprov Sumut siapkan jalur alternatif untuk wisatawan ke Berastagi mulai 2027, fokus pada kendaraan roda enam ke bawah guna kurangi kemacetan dan tingkatkan keselamatan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 01.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Jalur Alternatif Medan–Berastagi Siap Dijalankan 2027
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mempersiapkan jalur alternatif antara Medan dan Berastagi di Kabupaten Karo sebagai solusi jangka pendek mengatasi kemacetan akibat lonjakan kunjungan wisatawan. Rencana ini bakal mulai dikerjakan secara fisik pada 2027 dan ditargetkan selesai pada 2028–2029, dengan fokus pada kendaraan wisata berukuran kecil hingga roda enam. Jalur ini dirancang sebagai alternatif dari Jalan Jamin Ginting yang sering mengalami kemacetan saat akhir pekan dan libur nasional.

Pembangunan jalur alternatif ini melibatkan tiga pihak pengelola jalan: pemerintah pusat, provinsi, serta dua kabupaten, Deli Serdang dan Karo. Ruas jalan yang akan diperbaiki meliputi Medan–Namorambe–Sembahe, dengan pelebaran dari empat menjadi enam hingga delapan meter. Arah kendaraan wisata akan diarahkan ke kiri dari Simpang Poci di Jalan Jamin Ginting menuju rute baru yang lebih lebar dan aman.

Kendaraan logistik tetap akan menggunakan jalur utama Jamin Ginting untuk menjamin kelancaran distribusi. Gubernur Sumut menegaskan bahwa proyek jalan tol Medan–Berastagi tetap menjadi prioritas strategis dan akan dimasukkan dalam rencana nasional oleh Bappenas. Namun, mengingat durasi pembangunan yang panjang, intervensi fisik pada jalur yang ada menjadi langkah krusial untuk segera menangani tekanan lalu lintas.

Pembenahan infrastruktur ini juga mencakup kawasan strategis seperti Taman Hutan Raya Berastagi dan Tugu Perjuangan Berastagi. Pemprov tidak membangun fasilitas komersial besar seperti mal atau hotel, melainkan fokus pada pembenahan dasar yang mendukung keberlanjutan ekonomi lokal. Sebagaimana pengalaman revitalisasi Kota Lama Medan, intervensi ini diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat setempat.

Sukarya Sinulingga, perwakilan Ikatan Cendekiawan Karo, menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, jalur alternatif mampu mengatasi empat titik kemacetan utama yang selama ini menghambat mobilitas dan distribusi. Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah dan menyatakan komitmen masyarakat Karo untuk mendukung keberlangsungan proyek ini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya