Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jarak Pandang Hanya 5 Meter, Polres Kotim Imbau Berkendara Pelan

Polres Kotim imbau pengendara turunkan kecepatan hingga 40 km/jam akibat kabut asap tebal yang menyebabkan jarak pandang hanya lima meter.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 27x dibuka
Jarak Pandang Hanya 5 Meter, Polres Kotim Imbau Berkendara Pelan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, kembali memicu kekhawatiran di jalanan. Berdasarkan data BMKG pada pukul 07.00 WIB, jarak pandang pengendara hanya mencapai lima meter, sementara kecepatan angin tercatat nol kilometer per jam. Kondisi tersebut membuat perjalanan menjadi sangat berisiko, terutama bagi pengguna jalan raya yang tidak menyesuaikan kecepatan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kotim, AKP Heriyanto, menegaskan pentingnya pengemudi menurunkan kecepatan hingga maksimal 40 kilometer per jam. Ia menekankan agar pengendara tidak memaksakan diri mengemudi jika jarak pandang tidak memadai. Imbauan ini dikeluarkan setelah sebuah minibus mengalami kecelakaan tunggal di Bundaran 0 Kilometer sekitar pukul 04.00 WIB, yang diduga disebabkan gangguan pandangan akibat kabut asap.

Kecelakaan tersebut menyebabkan kendaraan melaju hingga menabrak pembatas bundaran dan naik ke area taman, mengakibatkan kerusakan parah pada bagian depan. Pengemudi mengalami luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Petugas Satlantas telah menangani lokasi kejadian, melakukan evakuasi kendaraan dengan mobil derek, dan kini sedang mendalami penyebab pasti kecelakaan.

Heriyanto menegaskan bahwa keselamatan adalah prioritas utama, terlebih dalam kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini. Ia menyarankan pengemudi untuk memperkirakan jarak pandang, menjaga jarak aman, serta memastikan kondisi fisik dan mental dalam keadaan prima sebelum berkendara. Kewaspadaan, menurutnya, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga yang menunggu di rumah.

Dengan kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Sampit hingga pagi hari, polisi terus mengimbau masyarakat untuk menghindari perjalanan tidak perlu dan selalu berhati-hati saat harus melintasi jalan raya. "Keselamatan harus jadi prioritas, karena satu keputusan sembrono bisa berakibat fatal," tegas Heriyanto, menegaskan bahwa kewaspadaan kolektif adalah kunci mencegah kecelakaan di tengah kondisi darurat akibat karhutla.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya