Jarak Pandang Hanya 5 Meter, Polres Kotim Imbau Berkendara Pelan
Polres Kotim imbau pengendara turunkan kecepatan hingga 40 km/jam akibat kabut asap tebal yang menyebabkan jarak pandang hanya lima meter.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 27x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, kembali memicu kekhawatiran di jalanan. Berdasarkan data BMKG pada pukul 07.00 WIB, jarak pandang pengendara hanya mencapai lima meter, sementara kecepatan angin tercatat nol kilometer per jam. Kondisi tersebut membuat perjalanan menjadi sangat berisiko, terutama bagi pengguna jalan raya yang tidak menyesuaikan kecepatan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kotim, AKP Heriyanto, menegaskan pentingnya pengemudi menurunkan kecepatan hingga maksimal 40 kilometer per jam. Ia menekankan agar pengendara tidak memaksakan diri mengemudi jika jarak pandang tidak memadai. Imbauan ini dikeluarkan setelah sebuah minibus mengalami kecelakaan tunggal di Bundaran 0 Kilometer sekitar pukul 04.00 WIB, yang diduga disebabkan gangguan pandangan akibat kabut asap.
Kecelakaan tersebut menyebabkan kendaraan melaju hingga menabrak pembatas bundaran dan naik ke area taman, mengakibatkan kerusakan parah pada bagian depan. Pengemudi mengalami luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Petugas Satlantas telah menangani lokasi kejadian, melakukan evakuasi kendaraan dengan mobil derek, dan kini sedang mendalami penyebab pasti kecelakaan.
Heriyanto menegaskan bahwa keselamatan adalah prioritas utama, terlebih dalam kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini. Ia menyarankan pengemudi untuk memperkirakan jarak pandang, menjaga jarak aman, serta memastikan kondisi fisik dan mental dalam keadaan prima sebelum berkendara. Kewaspadaan, menurutnya, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga yang menunggu di rumah.
Dengan kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Sampit hingga pagi hari, polisi terus mengimbau masyarakat untuk menghindari perjalanan tidak perlu dan selalu berhati-hati saat harus melintasi jalan raya. "Keselamatan harus jadi prioritas, karena satu keputusan sembrono bisa berakibat fatal," tegas Heriyanto, menegaskan bahwa kewaspadaan kolektif adalah kunci mencegah kecelakaan di tengah kondisi darurat akibat karhutla.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Operasi gabungan di Jayapura menyita 10 kilogram ganja, senjata api, dan senjata tajam, serta menangkap 10 orang, termasuk warga negara Papua Nugini.
24 Oktober 2026

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Pengadilan Niaga Jakarta Pusat membatalkan putusan KPPU terhadap 97 penyelenggara pinjaman daring karena dinilai melanggar doktrin tindakan negara dan tidak memenuhi kriteria pasar bersangkutan.
24 Oktober 2026

Presiden Korea Selatan Buka Pintu Debat Politik Lewat AI
Presiden Lee Jae Myung memicu kontroversi dengan mengacu pada respons AI Gemini untuk membela kehadiran kepala lembaga investigasi dalam rapat kabinet, memicu reaksi keras dari oposisi.
24 Oktober 2026

Perlu Kajian Mendalam Usulan Perubahan Definisi Korupsi
Menteri Koordinator Hukum menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap wacana perubahan definisi korupsi yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

