Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jaringan Ovarium Beku 23 Tahun Lahirkan Bayi Laki-Laki Sehat

Perempuan asal London berhasil melahirkan anak pertama setelah transplantasi jaringan ovarium yang dibekukan sejak usia remaja, menandai kasus langka di dunia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 15.40 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 56x dibuka
Jaringan Ovarium Beku 23 Tahun Lahirkan Bayi Laki-Laki Sehat📷 BBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada usia 17 tahun, Kassandra Bacon didiagnosis menderita kanker darah langka yang memerlukan kemoterapi agresif. Meski awalnya berhasil mencapai remisi, penyakit tersebut kembali muncul dan memaksa ia menjalani pengobatan intensif tanpa waktu untuk menunggu siklus menstruasi. Di tengah tekanan medis dan emosional, Kassandra memilih langkah eksperimental: pembekuan sebagian jaringan ovarium sebelum pengobatan dimulai, sebagai upaya menjaga kemungkinan masa depan untuk menjadi ibu.

Dokter yang menangani kasusnya, Dr. Sara Matthews, mengambil empat sampel jaringan dari ovarium Kassandra, meski saat itu belum ada jaminan keberhasilan prosedur. Setelah berhasil sembuh dari kanker dan menjalani transplantasi sumsum tulang, Kassandra mengalami menopause dini pada usia 33 tahun akibat kerusakan ovarium akibat pengobatan. Keinginan untuk memiliki anak tetap hidup, meski perjalanan menuju itu terhambat oleh kurangnya dokumen resmi dan tantangan logistik.

Selama lebih dari satu dekade, Kassandra berusaha menemukan klinik yang mampu melakukan transplantasi jaringan yang telah dibekukan selama 23 tahun. Prosesnya terhambat oleh konflik geopolitik setelah serangan Hamas ke Israel pada Oktober 2023, yang menunda operasi di Sheba Medical Center di Ramat Gan. Setelah gencatan senjata sementara terjadi pada Mei 2024, ia akhirnya bisa menjalani prosedur dengan aman, meski perjalanan pulang ke Inggris dilakukan dalam kondisi ketegangan tinggi.

Beberapa bulan setelah transplantasi, menstruasi Kassandra kembali normal. Meski konsepsi alami tidak terjadi, pasangan mereka memilih program bayi tabung (IVF) yang akhirnya berhasil. Pada bulan lalu, Kassandra melahirkan bayi laki-laki bernama Landon, menjadi bukti nyata bahwa jaringan ovarium yang dibekukan selama lebih dari dua dekade masih dapat berfungsi secara biologis.

Kassandra menyebut keberhasilan ini sebagai bukti bahwa keputusan yang diambil dalam masa sulit bisa membawa harapan jangka panjang. Ia mengaku bersyukur kepada dirinya sendiri di masa muda yang berani mengambil risiko demi masa depan yang belum diketahui. Keberhasilan ini juga menambah data global bahwa transplantasi jaringan ovarium tetap layak dipertimbangkan sebagai alternatif bagi perempuan yang mengalami kehilangan fungsi reproduksi akibat penyakit serius.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya