Jembatan Kuno Muncul Usai 400 Tahun di Danau Poyang
Jembatan granit berusia hampir empat abad muncul kembali di Danau Poyang, Jiangxi, saat air turun di bawah ambang 10,5 meter.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 21.02 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 32x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Permukaan Danau Poyang di Provinsi Jiangxi, China, mengalami penurunan signifikan dalam beberapa waktu terakhir, membuka kembali struktur arkeologis bersejarah yang telah terendam selama lebih dari empat abad. Jembatan yang dikenal sebagai Qianyan, atau "Jembatan Seribu Mata", muncul kembali setelah sekian lama tersembunyi di bawah air. Struktur ini memiliki panjang mencapai 2.657 meter dan dibangun menggunakan batu granit, menunjukkan tingkat teknik konstruksi yang tinggi pada masa Dinasti Ming.
Jembatan tersebut pertama kali dibangun pada periode 1368–1644 M, masa kejayaan dinasti yang membangun infrastruktur strategis di berbagai wilayah. Keberadaannya yang kembali terlihat hanya terjadi saat air danau menyusut hingga di bawah ambang 10,5 meter, kondisi yang jarang terjadi dalam rentang waktu yang panjang. Fenomena ini menarik perhatian para peneliti dan pecinta sejarah, yang melihatnya sebagai bukti arkeologis penting dari peradaban kuno.
Ketika air turun, jembatan yang sebelumnya terendam sepenuhnya itu terlihat dengan jelas, menunjukkan kerapian susunan batu dan desain yang tahan terhadap waktu. Keberadaan struktur ini tidak hanya menarik dari sisi sejarah, tetapi juga menjadi perhatian terhadap dampak perubahan iklim dan curah hujan yang menurun di wilayah tersebut. Pemerintah setempat telah menyiapkan langkah perlindungan terhadap situs ini untuk mencegah kerusakan akibat aktivitas manusia.
Fenomena munculnya jembatan kuno ini menjadi peringatan tentang bagaimana perubahan lingkungan dapat mengungkapkan warisan masa lalu yang tersembunyi. Kehadirannya kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya pelestarian situs bersejarah, terlebih dalam konteks perubahan iklim yang semakin memengaruhi ekosistem dan kawasan alam.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Topan Champi Rusak Infrastruktur Taiwan, Ratusan Terluka dan Ribuan Dievakuasi
Topan Champi melanda Taipei pada malam Jumat (23/10/2026), menyebabkan satu korban tewas, lebih dari 500 luka, ribuan warga dievakuasi, dan listrik padam untuk lebih dari 77 ribu rumah.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tiba di Dandong, China, melalui jembatan baru di Sungai Yalu, menandai pertemuan diplomatik penting menjelang peringatan perang Korea.
25 Oktober 2026

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Jasa Marga kembali lakukan pemeliharaan rutin jalan tol secara terjadwal untuk jaga keandalan infrastruktur dan minimalkan gangguan perjalanan pengguna.
25 Oktober 2026

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Pemkab Klaten dorong santri jadi agen perubahan melalui pendidikan dan kerukunan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

