Jepang Siap Luncurkan Misi Pertama ke Bulan Mars
Misi MMX Jepang akan meluncurkan wahana ke Phobos untuk mengambil sampel pertama kali, membuka wawasan tentang asal-usul Tata Surya dan potensi kehidupan di Bumi.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 91x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) telah menyelesaikan persiapan akhir untuk peluncuran wahana antariksa Martian Moons eXploration (MMX), yang menjadi misi pertama dalam sejarah yang berencana melakukan perjalanan pulang-pergi ke sistem Mars. Dengan peluncuran rencana pada 20 Oktober pagi waktu setempat dari Pusat Antariksa Tanegashima menggunakan roket H3, misi ini menargetkan pengambilan material dari Phobos, salah satu bulan alami Mars, sebagai bagian dari upaya memahami evolusi Tata Surya.
Wahana MMX akan menempuh perjalanan selama satu tahun sebelum memasuki orbit Phobos, di mana ia akan menghabiskan masa hingga tiga tahun untuk melakukan pengamatan dan pemetaan permukaan. Setelah proses penentuan lokasi pendaratan yang aman, wahana penjelajah bernama IDEFIX—dengan nama terinspirasi tokoh fiksi Asterix—akan turun ke permukaan untuk mengumpulkan minimal 10 gram material dari Phobos. Ini merupakan pengambilan sampel pertama dari bulan Mars dalam sejarah eksplorasi antariksa.
Misi ini bukan sekadar eksplorasi ilmiah, tetapi juga menjadi dasar strategis bagi eksplorasi Mars berawak di masa depan. JAXA menyatakan bahwa Phobos berpotensi digunakan sebagai "stasiun luar angkasa alami" untuk mendukung misi perjalanan ke Mars, dengan mempelajari kondisi dan mekanisme yang dibutuhkan untuk operasi berkelanjutan di luar Bumi. Selain Phobos, wahana juga akan mengamati Deimos, bulan Mars lainnya, tanpa melakukan pendaratan.
Pengkajian terhadap komposisi Phobos dan Deimos diharapkan bisa memperjelas teori asal-usul kedua bulan tersebut—apakah terbentuk dari tabrakan raksasa dengan Mars atau justru merupakan asteroid yang terperangkap oleh gravitasi planet merah. Hasil ini akan membantu menjawab pertanyaan kunci tentang bagaimana materi volatil dan organik, termasuk air, tersebar dari bagian luar Tata Surya ke planet-planet berbatu seperti Bumi.
Para ilmuwan internasional, termasuk astrofisikawan Prancis Patrick Michel yang terlibat dalam proyek IDEFIX, menekankan bahwa jika Phobos dan Deimos memang merupakan sisa-sisa material awal Tata Surya, maka keduanya bisa menjadi bukti penting tentang mekanisme transportasi yang membentuk lingkungan layak huni. "MMX akan memberikan wawasan baru tentang bagaimana material yang mendasari kehidupan bisa berpindah dari wilayah eksternal ke planet-planet berbatu," ujarnya. Misi ini menjadi langkah krusial dalam memahami asal-usul kehidupan di Bumi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Panda raksasa Ai Lian merayakan ulang tahun ke-7 di Taman Tematik Locajoy, Chongqing, dengan menu spesial dan kehadiran pengunjung.
24 Oktober 2026

Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia
Menteri Perang AS melarang keras anggota militer menggunakan informasi sensitif untuk bertaruh di platform prediksi, setelah skandal keuntungan miliaran dari taruhan berbasis intelijen.
24 Oktober 2026

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

