Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jepang Siap Luncurkan Misi Pertama ke Bulan Mars

Misi MMX Jepang akan meluncurkan wahana ke Phobos untuk mengambil sampel pertama kali, membuka wawasan tentang asal-usul Tata Surya dan potensi kehidupan di Bumi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 91x dibuka
Jepang Siap Luncurkan Misi Pertama ke Bulan Mars📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) telah menyelesaikan persiapan akhir untuk peluncuran wahana antariksa Martian Moons eXploration (MMX), yang menjadi misi pertama dalam sejarah yang berencana melakukan perjalanan pulang-pergi ke sistem Mars. Dengan peluncuran rencana pada 20 Oktober pagi waktu setempat dari Pusat Antariksa Tanegashima menggunakan roket H3, misi ini menargetkan pengambilan material dari Phobos, salah satu bulan alami Mars, sebagai bagian dari upaya memahami evolusi Tata Surya.

Wahana MMX akan menempuh perjalanan selama satu tahun sebelum memasuki orbit Phobos, di mana ia akan menghabiskan masa hingga tiga tahun untuk melakukan pengamatan dan pemetaan permukaan. Setelah proses penentuan lokasi pendaratan yang aman, wahana penjelajah bernama IDEFIX—dengan nama terinspirasi tokoh fiksi Asterix—akan turun ke permukaan untuk mengumpulkan minimal 10 gram material dari Phobos. Ini merupakan pengambilan sampel pertama dari bulan Mars dalam sejarah eksplorasi antariksa.

Misi ini bukan sekadar eksplorasi ilmiah, tetapi juga menjadi dasar strategis bagi eksplorasi Mars berawak di masa depan. JAXA menyatakan bahwa Phobos berpotensi digunakan sebagai "stasiun luar angkasa alami" untuk mendukung misi perjalanan ke Mars, dengan mempelajari kondisi dan mekanisme yang dibutuhkan untuk operasi berkelanjutan di luar Bumi. Selain Phobos, wahana juga akan mengamati Deimos, bulan Mars lainnya, tanpa melakukan pendaratan.

Pengkajian terhadap komposisi Phobos dan Deimos diharapkan bisa memperjelas teori asal-usul kedua bulan tersebut—apakah terbentuk dari tabrakan raksasa dengan Mars atau justru merupakan asteroid yang terperangkap oleh gravitasi planet merah. Hasil ini akan membantu menjawab pertanyaan kunci tentang bagaimana materi volatil dan organik, termasuk air, tersebar dari bagian luar Tata Surya ke planet-planet berbatu seperti Bumi.

Para ilmuwan internasional, termasuk astrofisikawan Prancis Patrick Michel yang terlibat dalam proyek IDEFIX, menekankan bahwa jika Phobos dan Deimos memang merupakan sisa-sisa material awal Tata Surya, maka keduanya bisa menjadi bukti penting tentang mekanisme transportasi yang membentuk lingkungan layak huni. "MMX akan memberikan wawasan baru tentang bagaimana material yang mendasari kehidupan bisa berpindah dari wilayah eksternal ke planet-planet berbatu," ujarnya. Misi ini menjadi langkah krusial dalam memahami asal-usul kehidupan di Bumi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya