Kampus di Wilayah Rawan Bencana Diminta Bangun Laboratorium Khusus
Pemerintah mendorong perguruan tinggi di daerah rentan bencana membentuk laboratorium khusus untuk meningkatkan kapasitas riset dan mitigasi risiko bencana.
Redaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 21.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pemerintah kembali menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam memperkuat ketahanan nasional melalui inovasi di bidang kebencanaan. Wakil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menekankan bahwa institusi pendidikan tinggi yang berlokasi di wilayah rentan bencana harus menjadi pusat pengembangan pengetahuan dan teknologi mitigasi. Upaya ini dimaksudkan untuk mempercepat respons dan meminimalkan dampak bencana melalui pendekatan berbasis ilmu dan teknologi.
Dalam kesempatan tersebut, disebutkan bahwa kolaborasi antar kampus menjadi kunci utama dalam membangun sistem laboratorium yang efektif. Dengan memadukan sumber daya, kapasitas riset, dan keahlian lintas institusi, diharapkan muncul solusi terintegrasi yang mampu menjawab tantangan kebencanaan secara komprehensif. Laboratorium yang dibentuk tidak hanya berfungsi sebagai pusat penelitian, tetapi juga sebagai wadah pelatihan dan edukasi bagi generasi muda serta pihak terkait.
Tujuan utama pembentukan laboratorium kebencanaan adalah memperkuat sistem pengurangan risiko bencana secara nasional. Dengan adanya fasilitas riset yang berbasis di daerah rawan, hasil kajian dapat langsung diterapkan dalam konteks lokal, sehingga lebih relevan dan responsif terhadap kondisi nyata. Keterlibatan akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi aspek penting dalam menjadikan laboratorium sebagai pusat inovasi berkelanjutan.
Dukungan terhadap pengembangan laboratorium ini juga sejalan dengan visi pemerintah dalam membangun ekosistem riset yang mandiri dan berbasis kebutuhan masyarakat. Melalui pendekatan kolaboratif dan fokus pada daerah yang paling terdampak, diharapkan perguruan tinggi dapat menjadi mitra strategis dalam membangun ketahanan nasional yang lebih kuat dan adaptif terhadap ancaman bencana alam.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Dorong Budi Gunadi Jadi Dirjen WHO untuk Keadilan Global
Pemerintah Indonesia terus memperjuangkan pencalonan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagai Direktur Jenderal WHO demi memperkuat representasi negara berkembang dalam arsitektur kesehatan dunia.
12 Oktober 2026

Indonesia Tetap Bebas, Tegakkan Prinsip Tanpa Ikut Blok
Menteri Luar Negeri Indonesia menegaskan negara tak terikat aliansi, menjunjung politik luar negeri bebas aktif dengan fokus pada kepentingan nasional dan perdamaian global.
12 Oktober 2026

Golkar Pertimbangkan Hak Angket Soal Ijazah Wapres Gibran
Fraksi Golkar menyatakan akan mempertimbangkan usulan hak angket terkait syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran, setelah menerima aspirasi dari kelompok sipil.
12 Oktober 2026

Pertamina Beli Minyak Rakyat dengan Harga 80% ICP
PT Pertamina membeli minyak mentah dari 43.000 sumur rakyat yang telah legal, dengan harga setara 80% ICP, sebagai bagian dari upaya peningkatan produksi nasional dan pemberdayaan lokal.
12 Oktober 2026
Berita Lainnya

Police Story: Lockdown Tampilkan Dilema Ayah dan Detektif
Senin, 12 Oktober 2026, 21.11 WITA

Konser Avenged Sevenfold di Jakarta Didera Kritik Penonton
Senin, 12 Oktober 2026, 21.11 WITA

Barcelona dan Man City Jaga Rekor Tak Terkalahkan di Awal Musim
Senin, 12 Oktober 2026, 21.10 WITA

PSSI Kecam Kekerasan terhadap Tim Muda Persib di Tol Batang
Senin, 12 Oktober 2026, 21.10 WITA

Jadwal Liga Champions Matchday 2: Duel Klasik Atletico vs MU Jadi Sorotan
Senin, 12 Oktober 2026, 21.10 WITA

Hakim Danish Hadapi Tekanan Mental Usai Debut di Moto3 Mandalika
Senin, 12 Oktober 2026, 21.10 WITA

Indonesia Tampilkan 14 Wakil di Denmark Open 2026
Senin, 12 Oktober 2026, 21.10 WITA

Serangan Udara Tewaskan 72 Penambang Emas di Perbatasan Sudan-Mesir
Senin, 12 Oktober 2026, 21.09 WITA

