Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kanada Tegaskan Danau Ontario Tak Bisa Diubah Nama

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan bahwa Danau Ontario tetap bernama demikian, meski Presiden AS Donald Trump mengumumkan perubahan nama secara sepihak sebagai respons terhadap ketegangan perdagangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
Kanada Tegaskan Danau Ontario Tak Bisa Diubah Nama📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perdana Menteri Kanada Mark Carney secara tegas menolak keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengganti nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika. Ia menegaskan bahwa identitas geografis dan budaya danau tersebut tidak dapat diubah oleh satu pihak secara sepihak, terlepas dari kebijakan luar negeri atau perubahan politik di negara tetangga. Carney menekankan bahwa masyarakat Kanada tetap mengakui danau ini sebagai Danau Ontario, sesuai tradisi dan pengakuan internasional yang telah berlangsung lama.

Kepala pemerintahan provinsi Ontario, Doug Ford, turut memperjelas posisi pemerintah provinsi dengan menyatakan bahwa Danau Ontario adalah bagian dari warisan sejarah dan identitas wilayah Kanada. Ia menegaskan bahwa perubahan nama tersebut tidak akan mengubah fakta geografis dan hukum internasional yang mengakui dominasi wilayah Kanada atas sebagian besar danau tersebut. Ford menegaskan bahwa nama itu akan tetap digunakan secara konsisten oleh masyarakat Kanada dan dunia internasional.

Keputusan Trump muncul dalam konteks ketegangan perdagangan antara kedua negara, yang memuncak setelah gagalnya negosiasi mengenai kesepakatan perdagangan. Sebelumnya, AS dan Kanada menetapkan tenggat waktu 22 Agustus untuk menyelesaikan perbedaan, dengan ancaman pengenaan tarif hingga 50 persen terhadap barang-barang Kanada bernilai sekitar US$20 miliar. Respons Kanada berupa pajak balasan terhadap sekitar 700 produk asal AS dengan nilai setara menjadi semakin memperkeruh tensi bilateral.

Trump sendiri menyatakan bahwa perubahan nama danau merupakan bagian dari sikap tegas terhadap kebijakan yang dianggap merugikan AS oleh Kanada. Ia menyebut bahwa para pejabat Kanada telah memperlakukan Amerika Serikat secara tidak adil, bahkan menyebut mereka "orang-orang jahat". Namun, langkah tersebut tidak memiliki dasar hukum atau pengakuan internasional, dan dianggap sebagai tindakan provokatif yang tidak mewakili kebijakan resmi negara lain.

Danau Ontario tetap menjadi bagian dari Great Lakes, salah satu sistem danau terbesar di dunia yang berbatasan dengan AS dan Kanada. Sekitar 52 persen luas permukaannya berada di wilayah Kanada, sementara sisanya terletak di negara bagian New York, AS. Sejarah penggunaan nama danau ini telah diakui secara luas oleh komunitas ilmiah, peta global, dan institusi internasional. Perubahan nama oleh satu pihak tidak dapat mengubah fakta tersebut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya