Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kapitalisasi Pasar Rp9.000 T, OJK: Sektor Keuangan Tetap Kuat

OJK menyampaikan kapitalisasi pasar modal Indonesia mencapai Rp9.000 triliun, menunjukkan ketahanan sektor jasa keuangan di tengah tekanan ekonomi global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 14x dibuka
Kapitalisasi Pasar Rp9.000 T, OJK: Sektor Keuangan Tetap Kuat📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kapitalisasi pasar modal Indonesia kini berada pada level Rp9.000 triliun, sejalan dengan upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menjaga stabilitas dan kinerja ekosistem keuangan nasional. Angka tersebut menjadi cerminan dari pengelolaan yang terstruktur dan pengawasan menyeluruh terhadap lebih dari 3.900 lembaga jasa keuangan yang beroperasi di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam forum Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah 2026, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa total aset yang diawasi mencapai sekitar Rp19.000 triliun. Ia menekankan bahwa cakupan pengawasan OJK meliputi berbagai segmen, mulai dari perbankan, pasar modal, asuransi, pembiayaan, hingga inovasi digital seperti aset keuangan digital dan kripto.

Di tengah tantangan global seperti ketegangan geopolitik, inflasi yang masih tinggi, dan suku bunga yang berada pada level tinggi dalam periode panjang, OJK menilai sektor keuangan Indonesia tetap menunjukkan ketahanan. Meskipun kondisi eksternal menyulitkan, pertumbuhan ekonomi nasional mencatatkan angka positif sebesar 5,6 persen, yang menjadi indikator utama kinerja sistem keuangan yang stabil.

Friderica menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari koordinasi kuat antara regulasi, inovasi, dan kebijakan yang berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa meski tantangan tetap ada, sektor jasa keuangan telah membuktikan kemampuannya untuk beradaptasi dan tetap menjadi pilar utama dalam memperkuat ekonomi nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya