Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kapolresta Kendari Perkuat Kerukunan Melalui Kerja Sama dengan FKUB

Kapolresta Kendari bersinergi dengan FKUB untuk meningkatkan kerukunan umat beragama dan keamanan publik melalui dialog rutin dan program pencegahan konflik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 17.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Kapolresta Kendari menggandeng Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam langkah strategis memperkuat harmoni sosial dan stabilitas keamanan di wilayah hukumnya. Kolaborasi ini dilakukan melalui pertemuan rutin yang dijadwalkan setiap triwulan, dengan fokus pada pencegahan potensi konflik antarumat beragama dan peningkatan kemitraan antara aparat keamanan dengan tokoh agama. Tujuan utamanya adalah menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan inklusif bagi seluruh warga.

Dalam pertemuan terbaru, Kapolresta menekankan pentingnya peran FKUB sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kerukunan bukan hanya tanggung jawab bersama, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam menjaga ketertiban umum. Melalui dialog terbuka, pihak kepolisian berharap bisa lebih cepat merespons isu sensitif sebelum berkembang menjadi gejolak sosial.

FKUB menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjaga persatuan bangsa. Wakil Ketua FKUB menegaskan bahwa dialog antarumat beragama harus terus diperkuat, terutama di tengah dinamika sosial yang kompleks. Ia menilai bahwa keberadaan forum ini menjadi sarana efektif untuk menyerap aspirasi masyarakat dan menyampaikan pesan damai secara langsung kepada pihak berwenang.

Kegiatan bersama ini juga mencakup pelatihan khusus bagi tokoh agama dan petugas kepolisian dalam mengelola isu sensitif secara profesional. Program ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi radikalisme dan penyebaran hoaks yang bisa memecah belah masyarakat. Dengan pendekatan preventif, diharapkan tidak ada lagi konflik berbasis agama yang mengganggu ketertiban publik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya