Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kapolri Dorong PUI Kuatkan Islam Wasathiyah untuk Bangsa Berkarakter

Kapolri ajak PUI perkuat nilai moderat Islam dan semangat kebangsaan sebagai fondasi persatuan, sekaligus dukung pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada pendiri organisasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 22.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kapolri Dorong PUI Kuatkan Islam Wasathiyah untuk Bangsa Berkarakter
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai Islam wasathiyah sebagai landasan dalam memperkuat persatuan bangsa. Dalam sambutannya pada Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Sukabumi, ia menyampaikan bahwa komitmen terhadap Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI harus terus diperkuat oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan seperti PUI.

Ia menekankan bahwa semangat kebangsaan yang dibarengi dengan nilai keagamaan moderat menjadi fondasi utama dalam merawat keberagaman Indonesia. Kapolri menilai bahwa generasi muda harus menjadi pelopor dalam mewujudkan nilai-nilai tersebut melalui tindakan nyata, bukan sekadar retorika. Ia mengajak para anggota Pramuka untuk tumbuh menjadi pribadi yang peduli, siap membantu sesama, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.

Dukungan terhadap usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh pendiri PUI disampaikan secara tegas. Kapolri menilai bahwa perjuangan, pengabdian, dan kontribusi tokoh tersebut layak dihargai sebagai bentuk pengakuan atas jasa bagi bangsa. Ia juga menyatakan bahwa Polri siap menjadi mitra strategis bagi generasi muda dalam mengembangkan potensi dan mewujudkan cita-cita, dengan memperkuat sinergi antara Polri, PUI, Gerakan Pramuka, dunia pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat.

Pendidikan kepramukaan, menurut Kapolri, memiliki peran krusial dalam membentuk karakter generasi unggul yang disiplin, mandiri, dan peduli sosial. Nilai-nilai seperti gotong royong, kepemimpinan, serta rasa tanggung jawab yang ditanamkan melalui kegiatan Pramuka menjadi modal penting menghadapi tantangan masa depan. Ia menyoroti momentum bonus demografi yang harus dimanfaatkan secara optimal melalui peningkatan kualitas SDM, termasuk melalui pendidikan, keterampilan, dan pembentukan karakter.

Kapolri juga mengingatkan generasi muda untuk bijak dalam memanfaatkan teknologi dan media sosial. Ia menekankan agar kemajuan digital digunakan untuk belajar, berkarya, dan memperluas wawasan, bukan untuk menyebar konten negatif, terlibat dalam aktivitas ilegal seperti judi online, penyalahgunaan narkoba, atau tawuran. Dengan demikian, generasi muda dapat menjadi agen perubahan positif yang siap membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju, berdaya saing, dan berkepribadian kuat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya