Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kardinal Suharyo: Gereja di IKN Akan Jadi Simbol Kerukunan Nasional

Kardinal Ignatius Suharyo menyambut baik pembangunan Gereja Santo Fransiskus Xaverius di IKN Nusantara sebagai basilika pertama di Indonesia, menekankan nilai kerukunan antarumat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 15.23 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 25x dibuka
Kardinal Suharyo: Gereja di IKN Akan Jadi Simbol Kerukunan Nasional📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kardinal Ignatius Suharyo melakukan kunjungan kerja ke Gereja Santo Fransiskus Xaverius di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur, pada Selasa (20/10). Kunjungan ini menjadi momen penting dalam perjalanan pembangunan infrastruktur keagamaan di kawasan ibu kota baru. Ia didampingi Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, dalam peninjauan langsung terhadap progres pembangunan yang telah mencapai tahap akhir.

Dalam kesempatan tersebut, Kardinal Suharyo menyampaikan apresiasi terhadap komitmen tim pembangun yang bekerja secara serius dan profesional. Ia menyebut bahwa keterlibatan penuh dari berbagai pihak menunjukkan keseriusan dalam membangun fasilitas keagamaan yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai simbol kesatuan bangsa. “Saya merasa yakin bahwa semua pihak yang terlibat benar-benar berusaha sebaik mungkin,” ujarnya.

Gereja yang tengah dibangun ini direncanakan menjadi basilika pertama di Indonesia, dengan arsitektur yang menggabungkan elemen budaya lokal dan nilai-nilai kerukunan antarumat beragama. Konsep tersebut diperkuat melalui hadirnya Plaza Kerukunan, ruang terbuka yang dirancang sebagai jembatan antara tempat ibadah berbagai agama di kawasan IKN. “Arsitektur gereja ini sangat kuat dalam mengekspresikan inkulturasi, serta membawa cita-cita harmoni antarumat,” kata Kardinal Suharyo.

Bagi sang Kardinal, kehadiran tempat ibadah sebesar ini di dalam kompleks pusat pemerintahan mencerminkan komitmen negara terhadap keberagaman dan pluralisme. Ia menilai pembangunan IKN sebagai investasi jangka panjang untuk masa depan Indonesia yang inklusif. “Saya baru kali ini melihat langsung, sebelumnya hanya melalui media. Ini adalah bentuk perencanaan masa depan yang sangat dibutuhkan bangsa,” tandasnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya