Karhutla Mengganas, Pakar Minta Reformasi Laporan Kebijakan
Kebakaran hutan dan lahan yang belum mereda memicu desakan reformasi sistem pelaporan kepada pemimpin, dengan penekanan pada akuntabilitas dan kejujuran dalam penyampaian data.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 09.28 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 116x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Kebakaran hutan dan lahan yang melanda berbagai wilayah masih belum berhasil dipadamkan hingga akhir Oktober 2026. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap stabilitas lingkungan dan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah rawan musim kemarau. Para ahli menyoroti pentingnya transparansi dalam pelaporan situasi darurat, menyebut bahwa sistem yang tidak akuntabel justru memperparah krisis.
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia menegaskan bahwa keterlambatan penanganan bencana tidak hanya disebabkan oleh faktor teknis, tetapi juga oleh budaya pelaporan yang tidak jujur. Ia mengingatkan para pejabat tinggi di lingkungan pemerintahan agar tidak lagi menjadikan kepuasan atasan sebagai acuan utama dalam menyampaikan data. “Ketika laporan dibuat hanya untuk memuaskan atasan, maka kebijakan yang diambil akan jauh dari realitas,” ujarnya dalam sebuah paparan terkini.
Dalam konteks tersebut, tindakan Presiden Prabowo Subianto mencopot Letjen TNI Suharyanto dari jabatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dinilai sebagai langkah tegas yang perlu didukung. Keputusan ini dianggap sebagai respons terhadap kegagalan manajemen bencana yang berlarut-larut. Penyegaran kepemimpinan di institusi penanggulangan bencana diharapkan mampu mengubah paradigma kerja dari yang bersifat formalistik menjadi berbasis data dan responsif terhadap kondisi aktual.
Pakar menekankan bahwa penanganan karhutla bukan sekadar urusan teknis, melainkan masalah tata kelola yang mendalam. Ia menyerukan perubahan sistemik dalam komunikasi antarlembaga dan peningkatan kualitas laporan di semua tingkatan. Dengan demikian, kebijakan yang diambil bisa benar-benar menjangkau akar permasalahan dan tidak hanya berhenti pada retorika atau simbolisme.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026

48 Juta Keluarga Ditetapkan Jadi Penerima Bansos Digital hingga 2026
Pemerintah menargetkan 48 juta keluarga terdaftar dalam sistem Perlinsos Digital pada akhir 2026 sebagai bagian dari reformasi pendataan bantuan sosial.
24 Oktober 2026

Asep Surya Atmaja Dilantik Jadi Bupati Bekasi, Dedi Mulyadi Tekankan Layanan Kesehatan Prioritas
Asep Surya Atmaja resmi menjabat Bupati Bekasi definitif untuk sisa masa jabatan 2025–2030, dengan fokus utama pada peningkatan layanan kesehatan dan kesejahteraan warga asli.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid di Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

Sepeda Listrik Diskon 50% di Transmart, Mulai Rp3,68 Juta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

LCGC Mulai Tergerus, Industri Tawarkan Solusi Hybrid
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

Teknologi REEV Dorong Hemat BBM 65 Km Per Liter
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

BYAN Buka Suara Soal Transaksi Saham ke Jhonlin Baratama
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

BRI Perkuat Nilai Saham Lewat Buyback Rp1 Triliun
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

