KARSA NUSA 2026 Dorong Transformasi Ekonomi Berkelanjutan di NTT
Hasil riset KARSA NUSA 2026 di NTT merekomendasikan kebijakan strategis untuk mempercepat transformasi ekonomi melalui sinergi sektor dan penguatan nilai tambah produk lokal.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 15.42 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 65x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Nusa Tenggara Timur mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menerapkan rekomendasi hasil kajian KARSA NUSA 2026 sebagai dasar pengambilan kebijakan ekonomi yang terukur dan inklusif. Kegiatan ini bertujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan berbasis riset dan data. Kepala KPw BI NTT, Adidoyo Prakoso, menekankan pentingnya menjadikan hasil penelitian tersebut sebagai acuan dalam merancang program pembangunan yang berkelanjutan dan responsif terhadap realitas lokal.
KARSA NUSA 2026 merupakan hasil kolaborasi strategis antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi NTT, dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) NTT, dengan fokus pada penguatan struktur ekonomi daerah menuju kemandirian dan kesejahteraan. Tema utama riset ini adalah “Sinergi Memperkokoh Struktur dan Mempercepat Transformasi Ekonomi NTT untuk NTT Maju dan Sejahtera”, yang mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal. Dalam pelaksanaannya, sebanyak 251 karya ilmiah dari berbagai kalangan—termasuk mahasiswa, peneliti nasional, dan penulis dari luar negeri—diterima dan diproses melalui seleksi ketat, dengan 10 penelitian terpilih sebagai finalis.
Fokus utama hasil riset mencakup optimalisasi potensi unggulan NTT melalui integrasi rantai nilai, mulai dari pengolahan hingga akses pasar. Penguatan tata kelola, pemanfaatan hasil produksi secara efisien, serta ketahanan ekonomi terhadap perubahan iklim menjadi poin krusial yang disoroti. Selain itu, penelitian juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif pelaku ekonomi lokal, termasuk petani, UMKM, dan tenaga kerja, agar manfaat dari perdagangan lintas batas—khususnya dengan Timor-Leste dan Australia—benar-benar dirasakan oleh masyarakat di daerah perbatasan.
Dalam kerangka pengembangan ekonomi regional, BI NTT bersama Universitas Nusa Cendana juga melakukan kajian khusus terhadap Kawasan Regional Trade Zone (RTZ), yang menempatkan Kabupaten Belu dan Kota Atambua sebagai pusat utama perdagangan bebas. Kupang dan Malaka dijadikan sebagai wilayah penyangga logistik dan bahan baku. Rekomendasi pengembangan mengusung pendekatan bertahap dengan memadukan agroindustri pangan, pusat logistik, dan perdagangan lintas batas, didukung oleh peningkatan infrastruktur, kelembagaan, dan tata kelola yang lebih baik.
Peningkatan investasi produktif, peningkatan nilai tambah, ketahanan energi, serta pemanfaatan modal sosial dan kekayaan budaya lokal juga menjadi pilar utama dalam transformasi ekonomi NTT. Adidoyo menegaskan bahwa Bank Indonesia terus mendukung inisiatif kajian ekonomi daerah, forum koordinasi lintas sektor, serta program pembangunan yang selaras dengan tugas dan fungsi lembaga. Tujuan akhirnya adalah menciptakan ekonomi yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga adil, berkelanjutan, dan mencerminkan karakteristik budaya dan kesiapan masyarakat setempat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

