Kasus Mamin Rp9,2 Miliar di Konawe Diklaim Mandek, FPKP Minta Mabes Polri Intervensi
Forum Pemerhati Kebijakan Publik mendesak Mabes Polri mengambil alih penyelidikan dugaan korupsi anggaran makan minum senilai Rp9,2 miliar di Kabupaten Konawe yang belum menunjukkan progres signifikan sejak dilaporkan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 28 September 2026, 12.00 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
📷 MediaKendariKendari, ıNarasikita - Kasus dugaan penyelewengan anggaran makan minum (Mamin) sebesar Rp9,2 miliar pada Sekretariat Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe pada periode 2022–2024 kembali menjadi sorotan publik. Meski dilaporkan sejak 2023, penanganan oleh Polres Konawe dinilai stagnan, tanpa kejelasan tersangka maupun perkembangan penyelidikan yang transparan. Publik kini mempertanyakan efektivitas penegakan hukum terhadap kasus yang menyeret uang rakyat dalam jumlah fantastis tersebut.
Ketua Forum Pemerhati Kebijakan Publik (FPKP) Sulawesi Tenggara, Wawan Pagala, menyatakan sikap tidak percaya terhadap kinerja penyidik Polres Konawe. Ia menekankan bahwa kasus ini bukan sekadar administrasi, melainkan tindak pidana korupsi yang melibatkan dana publik dalam skala besar. “Kami menyatakan mosi tidak percaya karena hampir tiga tahun berlalu, tidak ada kejelasan, tidak ada penetapan tersangka, dan tidak ada laporan perkembangan resmi kepada masyarakat,” tegasnya.
Menurut Wawan, bukti pendukung seperti surat perintah kerja, bon, dan laporan pertanggungjawaban seharusnya mudah diakses dan diverifikasi. Namun kenyataannya, tidak ada transparansi yang diberikan oleh penyidik. Ia menduga ada intervensi atau kendala internal yang menghambat proses hukum, sehingga memunculkan kecurigaan terhadap independensi penanganan kasus tersebut.
Sebagai respons, FPKP secara resmi mengajukan permohonan kepada Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Mabes Polri untuk mengambil alih penyelidikan. Permintaan ini didasarkan pada kekhawatiran bahwa proses hukum di tingkat daerah berpotensi terganggu oleh tekanan atau keterbatasan kapasitas. “Jika sudah ditangani Mabes Polri, kami yakin proses akan lebih objektif, terbuka, dan akuntabel,” tegas Wawan.
FPKP juga mengancam akan melakukan aksi protes besar-besaran di Polda Sulawesi Tenggara dan Mabes Polri di Jakarta jika tidak ada respons konkret dalam waktu dekat. Aksi tersebut akan dilengkapi dengan dokumen-dokumen awal yang telah dikumpulkan sebagai bukti awal pelanggaran. Hingga berita ini diturunkan, Polres Konawe belum merilis pernyataan resmi terkait desakan tersebut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Sulawesi Tenggara
BMKG memprediksi wilayah Sulawesi Tenggara berpotensi alami hujan lebat hingga sangat lebat dalam dua hari ke depan akibat dinamika atmosfer aktif.
28 September 2026

Potensi Hujan Lebat di 19 Wilayah, BMKG Imbau Waspada
BMKG memperingatkan hujan lebat hingga angin kencang di 19 daerah, termasuk sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara, akibat aktivitas konvektif dan dinamika atmosfer yang meningkat.
28 September 2026

LIRA Sultra Minta Kejati Periksa Gubernur Soal Dugaan Dana Pilkada dari Perusahaan Tambang
LIRA Sultra mendesak Kejati Sultra memeriksa Gubernur Andi Sumangerukka terkait dugaan aliran dana Pilkada dari perusahaan tambang yang diduga merugikan negara hingga Rp2,9 triliun.
28 September 2026

Kapal Rakyat Terjebak di Perairan Lapuko, Tim SAR Bergerak Cepat
Dua nelayan terjebak saat kapal mereka mengalami mati mesin di perairan Lapuko, Konawe, prompting tim SAR Kendari bergerak cepat untuk evakuasi.
28 September 2026
Berita Lainnya

Rifqi Mahesa Sabet Medali Emas di Arung Palakka Champion Bone 2026
Senin, 28 September 2026, 12.42 WITA

Peringatan Hari Bhakti Postel 2026 di Bandung Tegaskan Kebangkitan Kepemerintahan Digital Awal Kemerdekaan
Senin, 28 September 2026, 12.17 WITA

Konektivitas Digital Jadi Fondasi Ekonomi Berdaulat
Senin, 28 September 2026, 12.16 WITA

Konektivitas Digital Jadi Fondasi Indonesia Berdaulat
Senin, 28 September 2026, 12.16 WITA

Pergeseran Kurikulum di Kampus China Akibat Dominasi AI
Senin, 28 September 2026, 12.15 WITA

Konektivitas Digital sebagai Fondasi Kedaulatan Nasional
Senin, 28 September 2026, 12.15 WITA

PHK Meningkat, Penciptaan Kerja Tetap Dominan
Senin, 28 September 2026, 12.14 WITA

UMK Binaan Pertamina Siap Ekspor Lewat Pelatihan Bisnis Intensif
Senin, 28 September 2026, 12.14 WITA

