Kekeringan Sungai Ganggu Pengangkutan Batu Bara
Kekeringan akibat El Nino dan musim kemarau panjang mengganggu aktivitas pengangkutan batu bara melalui sungai di Kalimantan, membatasi kapasitas tongkang dan berpotensi menimbulkan penumpukan stok.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 11.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kondisi kekeringan yang melanda sejumlah sungai utama di Kalimantan mulai berdampak serius terhadap operasional pengangkutan batu bara menggunakan kapal tongkang. Penurunan permukaan air yang signifikan di wilayah-wilayah strategis menghambat pergerakan kapal, terutama di titik-titik dengan draft terbatas. Hal ini menurunkan efisiensi logistik dan membatasi kapasitas muatan yang dapat diangkut setiap kali perjalanan.
Dalam keterangan resmi, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menyatakan bahwa fenomena ini telah terjadi secara luas di berbagai wilayah Kalimantan. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat mobilitas kapal, tetapi juga memaksa penyesuaian operasional, termasuk pengurangan beban muatan agar kapal tetap dapat berlayar tanpa terjebak di dasar sungai.
Akibat pembatasan kapasitas angkut, diperkirakan terjadi penumpukan batu bara di area tambang dan gudang penyimpanan di pelabuhan. Meskipun demikian, APBI menegaskan bahwa peningkatan stok sementara ini belum berdampak langsung terhadap fluktuasi harga global. Pasar batu bara tetap dipengaruhi oleh berbagai variabel, termasuk permintaan dari negara konsumen utama dan kebijakan pasokan internasional.
APBI menekankan bahwa gangguan logistik di dalam negeri dapat menjadi faktor sentimen pasar, namun tidak menjadi penentu utama pergerakan harga. Dalam konteks ini, kondisi sungai yang surut dilihat sebagai tantangan operasional jangka pendek, bukan penentu jangka panjang bagi stabilitas harga komoditas global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
ANTAM Perkuat Pengelolaan SDA untuk Kesejahteraan Masyarakat
ANTAM tekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan demi kesejahteraan rakyat di Sulawesi Tenggara.
8 September 2026
Gubernur Sultra Minta Penegak Hukum Periksa Istri Terkait Denda Tambang Nikel di Hutan Lindung
Gubernur Sultra menanggapi denda Rp2,19 triliun terhadap PT TMS dengan menyerahkan penjelasan kepada penegak hukum dan menegaskan tidak menjadi pihak yang berwenang menjawab.
8 September 2026

PTBA Perkuat Diversifikasi, Sasaran 20% Pendapatan dari Hilirisasi
PTBA menargetkan kontribusi pendapatan dari hilirisasi dan diversifikasi produk mencapai 20% dalam empat tahun, didukung proyek gasifikasi dan energi terbarukan.
8 September 2026

Tembaga dan Emas Jadi Pilar Ekonomi Berkelanjutan
Pengelolaan tembaga di Indonesia kini berfokus pada hilirisasi dan integrasi industri, dengan produksi emas dari PMR PTFI mulai mendukung kebutuhan domestik dan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


