Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kekeringan Sungai Ganggu Pengangkutan Batu Bara

Kekeringan akibat El Nino dan musim kemarau panjang mengganggu aktivitas pengangkutan batu bara melalui sungai di Kalimantan, membatasi kapasitas tongkang dan berpotensi menimbulkan penumpukan stok.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 11.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kekeringan Sungai Ganggu Pengangkutan Batu Bara
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kondisi kekeringan yang melanda sejumlah sungai utama di Kalimantan mulai berdampak serius terhadap operasional pengangkutan batu bara menggunakan kapal tongkang. Penurunan permukaan air yang signifikan di wilayah-wilayah strategis menghambat pergerakan kapal, terutama di titik-titik dengan draft terbatas. Hal ini menurunkan efisiensi logistik dan membatasi kapasitas muatan yang dapat diangkut setiap kali perjalanan.

Dalam keterangan resmi, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menyatakan bahwa fenomena ini telah terjadi secara luas di berbagai wilayah Kalimantan. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat mobilitas kapal, tetapi juga memaksa penyesuaian operasional, termasuk pengurangan beban muatan agar kapal tetap dapat berlayar tanpa terjebak di dasar sungai.

Akibat pembatasan kapasitas angkut, diperkirakan terjadi penumpukan batu bara di area tambang dan gudang penyimpanan di pelabuhan. Meskipun demikian, APBI menegaskan bahwa peningkatan stok sementara ini belum berdampak langsung terhadap fluktuasi harga global. Pasar batu bara tetap dipengaruhi oleh berbagai variabel, termasuk permintaan dari negara konsumen utama dan kebijakan pasokan internasional.

APBI menekankan bahwa gangguan logistik di dalam negeri dapat menjadi faktor sentimen pasar, namun tidak menjadi penentu utama pergerakan harga. Dalam konteks ini, kondisi sungai yang surut dilihat sebagai tantangan operasional jangka pendek, bukan penentu jangka panjang bagi stabilitas harga komoditas global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya