Kekeringan Sungai Ganggu Pengangkutan Batu Bara
Kekeringan akibat El Nino dan musim kemarau panjang mengganggu aktivitas pengangkutan batu bara melalui sungai di Kalimantan, membatasi kapasitas tongkang dan berpotensi menimbulkan penumpukan stok.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 11.36 WITA·👁 9 orang membaca· 0 hari ini · 25x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kondisi kekeringan yang melanda sejumlah sungai utama di Kalimantan mulai berdampak serius terhadap operasional pengangkutan batu bara menggunakan kapal tongkang. Penurunan permukaan air yang signifikan di wilayah-wilayah strategis menghambat pergerakan kapal, terutama di titik-titik dengan draft terbatas. Hal ini menurunkan efisiensi logistik dan membatasi kapasitas muatan yang dapat diangkut setiap kali perjalanan.
Dalam keterangan resmi, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menyatakan bahwa fenomena ini telah terjadi secara luas di berbagai wilayah Kalimantan. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat mobilitas kapal, tetapi juga memaksa penyesuaian operasional, termasuk pengurangan beban muatan agar kapal tetap dapat berlayar tanpa terjebak di dasar sungai.
Akibat pembatasan kapasitas angkut, diperkirakan terjadi penumpukan batu bara di area tambang dan gudang penyimpanan di pelabuhan. Meskipun demikian, APBI menegaskan bahwa peningkatan stok sementara ini belum berdampak langsung terhadap fluktuasi harga global. Pasar batu bara tetap dipengaruhi oleh berbagai variabel, termasuk permintaan dari negara konsumen utama dan kebijakan pasokan internasional.
APBI menekankan bahwa gangguan logistik di dalam negeri dapat menjadi faktor sentimen pasar, namun tidak menjadi penentu utama pergerakan harga. Dalam konteks ini, kondisi sungai yang surut dilihat sebagai tantangan operasional jangka pendek, bukan penentu jangka panjang bagi stabilitas harga komoditas global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Uji Lapangan HD785-7 Hybrid EREV Dimulai di Pertambangan Indonesia
Uji lapangan alat berat hybrid EREV Komatsu dilakukan di lokasi pertambangan milik anak usaha United Tractors untuk mengukur efisiensi dan kinerja teknologi elektrifikasi.
24 Oktober 2026

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

