Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tembaga dan Emas Jadi Pilar Ekonomi Berkelanjutan

Pengelolaan tembaga di Indonesia kini berfokus pada hilirisasi dan integrasi industri, dengan produksi emas dari PMR PTFI mulai mendukung kebutuhan domestik dan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 15.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Tembaga dan Emas Jadi Pilar Ekonomi Berkelanjutan
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indonesia kini memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam ekosistem mineral strategis melalui pendekatan berkelanjutan dan berbasis nilai tambah. Tembaga, sebagai komoditas kunci dalam transisi energi global dan elektrifikasi, menjadi fokus utama dalam transformasi sektor pertambangan. Kepemilikan mayoritas melalui MIND ID di PT Freeport Indonesia (PTFI) menjadi fondasi strategis untuk memastikan kontrol nasional atas sumber daya dan memperbesar manfaat ekonomi dalam negeri.

Pengembangan fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) di Gresik menjadi langkah krusial dalam memperpanjang rantai nilai tembaga. PMR mampu memurnikan anode slime—limbah proses pengolahan tembaga—menjadi emas batangan murni dengan kadar 99,99% dan perak murni, dengan kapasitas tahunan mencapai 50 ton emas dan 200 ton perak. Fasilitas ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan produk bernilai tinggi yang dapat dimanfaatkan secara domestik.

Pada Februari 2025, PTFI telah menyerahkan 125 kilogram emas batangan hasil produksi PMR kepada PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), senilai sekitar Rp207 miliar. Kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memastikan pasokan emas dalam negeri, dengan kesepakatan pembelian hingga 30 ton per tahun. Data World Gold Council menunjukkan permintaan emas batangan dan koin di Indonesia mencapai 31,6 ton pada 2025, sementara konsumsi perhiasan mencapai 16,6 ton, sehingga total kebutuhan mencapai sekitar 48,2 ton—nyaris menyamai kapasitas produksi PMR.

Integrasi antara PTFI dan ANTAM menjadi simbol transformasi dari ekspor bahan mentah menuju industri berbasis nilai. Menurut Selly Adriatika, Kepala Divisi Institutional Relations MIND ID, strategi ini menekankan sinergi antaranggota holding untuk membangun rantai pasok yang saling mendukung. Tujuannya bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menjadikan mineral Indonesia sebagai fondasi industri nasional dan sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Percepatan pemulihan produksi di Grasberg serta optimalisasi smelter di Gresik menjadi kunci dalam memperbesar potensi mineral ikutan dan produk turunan. Dengan penguasaan aset strategis, hilirisasi, dan integrasi sistemik, MIND ID menegaskan komitmen untuk menjadikan kekayaan alam Indonesia sebagai kekuatan bagi generasi saat ini dan masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya