Tembaga dan Emas Jadi Pilar Ekonomi Berkelanjutan
Pengelolaan tembaga di Indonesia kini berfokus pada hilirisasi dan integrasi industri, dengan produksi emas dari PMR PTFI mulai mendukung kebutuhan domestik dan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 15.33 WITA·👁 10 orang membaca· 0 hari ini · 27x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indonesia kini memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam ekosistem mineral strategis melalui pendekatan berkelanjutan dan berbasis nilai tambah. Tembaga, sebagai komoditas kunci dalam transisi energi global dan elektrifikasi, menjadi fokus utama dalam transformasi sektor pertambangan. Kepemilikan mayoritas melalui MIND ID di PT Freeport Indonesia (PTFI) menjadi fondasi strategis untuk memastikan kontrol nasional atas sumber daya dan memperbesar manfaat ekonomi dalam negeri.
Pengembangan fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) di Gresik menjadi langkah krusial dalam memperpanjang rantai nilai tembaga. PMR mampu memurnikan anode slime—limbah proses pengolahan tembaga—menjadi emas batangan murni dengan kadar 99,99% dan perak murni, dengan kapasitas tahunan mencapai 50 ton emas dan 200 ton perak. Fasilitas ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan produk bernilai tinggi yang dapat dimanfaatkan secara domestik.
Pada Februari 2025, PTFI telah menyerahkan 125 kilogram emas batangan hasil produksi PMR kepada PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), senilai sekitar Rp207 miliar. Kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memastikan pasokan emas dalam negeri, dengan kesepakatan pembelian hingga 30 ton per tahun. Data World Gold Council menunjukkan permintaan emas batangan dan koin di Indonesia mencapai 31,6 ton pada 2025, sementara konsumsi perhiasan mencapai 16,6 ton, sehingga total kebutuhan mencapai sekitar 48,2 ton—nyaris menyamai kapasitas produksi PMR.
Integrasi antara PTFI dan ANTAM menjadi simbol transformasi dari ekspor bahan mentah menuju industri berbasis nilai. Menurut Selly Adriatika, Kepala Divisi Institutional Relations MIND ID, strategi ini menekankan sinergi antaranggota holding untuk membangun rantai pasok yang saling mendukung. Tujuannya bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menjadikan mineral Indonesia sebagai fondasi industri nasional dan sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Percepatan pemulihan produksi di Grasberg serta optimalisasi smelter di Gresik menjadi kunci dalam memperbesar potensi mineral ikutan dan produk turunan. Dengan penguasaan aset strategis, hilirisasi, dan integrasi sistemik, MIND ID menegaskan komitmen untuk menjadikan kekayaan alam Indonesia sebagai kekuatan bagi generasi saat ini dan masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Uji Lapangan HD785-7 Hybrid EREV Dimulai di Pertambangan Indonesia
Uji lapangan alat berat hybrid EREV Komatsu dilakukan di lokasi pertambangan milik anak usaha United Tractors untuk mengukur efisiensi dan kinerja teknologi elektrifikasi.
24 Oktober 2026

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

