Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Sungai Kalimantan Kering, Aktivitas Angkut Batu Bara Terhambat

Kekeringan akibat kemarau panjang dan El Nino menyebabkan penurunan muka air sungai di Kalimantan, mengganggu operasional kapal tongkang pengangkut batu bara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 07.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Sungai Kalimantan Kering, Aktivitas Angkut Batu Bara Terhambat
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kondisi kekeringan yang melanda sejumlah sungai utama di Kalimantan kian mengkhawatirkan, dengan beberapa aliran air mengalami penurunan drastis hingga berubah menjadi lahan kering yang mirip gurun. Fenomena ini didorong oleh musim kemarau panjang dan pengaruh El Nino, yang berdampak langsung pada ekosistem dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

Kekeringan tersebut mulai memengaruhi operasional transportasi batu bara melalui jalur sungai, khususnya pada sistem pengangkutan dengan kapal tongkang. Penurunan permukaan air mengurangi kedalaman sungai, sehingga kapal tidak bisa menjangkau bagian bawah sungai secara optimal, membatasi kapasitas muatan yang bisa dibawa.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Gita Maharyani, menyatakan bahwa fenomena ini telah terjadi secara luas di berbagai wilayah Kalimantan. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut sudah mulai mengganggu kelancaran logistik, terutama dalam pengiriman batu bara dari tambang ke pelabuhan atau pabrik.

Kendala teknis akibat terbatasnya draft kapal menyebabkan pengangkutan tidak bisa dilakukan dengan kapasitas penuh, berdampak pada efisiensi produksi dan distribusi. Upaya penyesuaian rute dan pengurangan beban muatan menjadi langkah yang ditempuh untuk mengatasi keterbatasan akses air.

Dengan kondisi ini, sektor pertambangan batu bara di Kalimantan menghadapi tantangan signifikan dalam menjaga keteraturan rantai pasok, terutama jika musim kering berlanjut. APBI menyampaikan bahwa pemantauan intensif dan koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci untuk memitigasi dampak jangka panjang terhadap aktivitas ekonomi lokal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya