Sungai Kalimantan Kering, Aktivitas Angkut Batu Bara Terhambat
Kekeringan akibat kemarau panjang dan El Nino menyebabkan penurunan muka air sungai di Kalimantan, mengganggu operasional kapal tongkang pengangkut batu bara.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 07.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kondisi kekeringan yang melanda sejumlah sungai utama di Kalimantan kian mengkhawatirkan, dengan beberapa aliran air mengalami penurunan drastis hingga berubah menjadi lahan kering yang mirip gurun. Fenomena ini didorong oleh musim kemarau panjang dan pengaruh El Nino, yang berdampak langsung pada ekosistem dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Kekeringan tersebut mulai memengaruhi operasional transportasi batu bara melalui jalur sungai, khususnya pada sistem pengangkutan dengan kapal tongkang. Penurunan permukaan air mengurangi kedalaman sungai, sehingga kapal tidak bisa menjangkau bagian bawah sungai secara optimal, membatasi kapasitas muatan yang bisa dibawa.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Gita Maharyani, menyatakan bahwa fenomena ini telah terjadi secara luas di berbagai wilayah Kalimantan. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut sudah mulai mengganggu kelancaran logistik, terutama dalam pengiriman batu bara dari tambang ke pelabuhan atau pabrik.
Kendala teknis akibat terbatasnya draft kapal menyebabkan pengangkutan tidak bisa dilakukan dengan kapasitas penuh, berdampak pada efisiensi produksi dan distribusi. Upaya penyesuaian rute dan pengurangan beban muatan menjadi langkah yang ditempuh untuk mengatasi keterbatasan akses air.
Dengan kondisi ini, sektor pertambangan batu bara di Kalimantan menghadapi tantangan signifikan dalam menjaga keteraturan rantai pasok, terutama jika musim kering berlanjut. APBI menyampaikan bahwa pemantauan intensif dan koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci untuk memitigasi dampak jangka panjang terhadap aktivitas ekonomi lokal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
ANTAM Perkuat Pengelolaan SDA untuk Kesejahteraan Masyarakat
ANTAM tekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan demi kesejahteraan rakyat di Sulawesi Tenggara.
8 September 2026
Gubernur Sultra Minta Penegak Hukum Periksa Istri Terkait Denda Tambang Nikel di Hutan Lindung
Gubernur Sultra menanggapi denda Rp2,19 triliun terhadap PT TMS dengan menyerahkan penjelasan kepada penegak hukum dan menegaskan tidak menjadi pihak yang berwenang menjawab.
8 September 2026

PTBA Perkuat Diversifikasi, Sasaran 20% Pendapatan dari Hilirisasi
PTBA menargetkan kontribusi pendapatan dari hilirisasi dan diversifikasi produk mencapai 20% dalam empat tahun, didukung proyek gasifikasi dan energi terbarukan.
8 September 2026

Tembaga dan Emas Jadi Pilar Ekonomi Berkelanjutan
Pengelolaan tembaga di Indonesia kini berfokus pada hilirisasi dan integrasi industri, dengan produksi emas dari PMR PTFI mulai mendukung kebutuhan domestik dan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


