Sungai Kalimantan Kering, Aktivitas Angkut Batu Bara Terhambat
Kekeringan akibat kemarau panjang dan El Nino menyebabkan penurunan muka air sungai di Kalimantan, mengganggu operasional kapal tongkang pengangkut batu bara.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 07.32 WITA·👁 10 orang membaca· 0 hari ini · 27x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kondisi kekeringan yang melanda sejumlah sungai utama di Kalimantan kian mengkhawatirkan, dengan beberapa aliran air mengalami penurunan drastis hingga berubah menjadi lahan kering yang mirip gurun. Fenomena ini didorong oleh musim kemarau panjang dan pengaruh El Nino, yang berdampak langsung pada ekosistem dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Kekeringan tersebut mulai memengaruhi operasional transportasi batu bara melalui jalur sungai, khususnya pada sistem pengangkutan dengan kapal tongkang. Penurunan permukaan air mengurangi kedalaman sungai, sehingga kapal tidak bisa menjangkau bagian bawah sungai secara optimal, membatasi kapasitas muatan yang bisa dibawa.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Gita Maharyani, menyatakan bahwa fenomena ini telah terjadi secara luas di berbagai wilayah Kalimantan. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut sudah mulai mengganggu kelancaran logistik, terutama dalam pengiriman batu bara dari tambang ke pelabuhan atau pabrik.
Kendala teknis akibat terbatasnya draft kapal menyebabkan pengangkutan tidak bisa dilakukan dengan kapasitas penuh, berdampak pada efisiensi produksi dan distribusi. Upaya penyesuaian rute dan pengurangan beban muatan menjadi langkah yang ditempuh untuk mengatasi keterbatasan akses air.
Dengan kondisi ini, sektor pertambangan batu bara di Kalimantan menghadapi tantangan signifikan dalam menjaga keteraturan rantai pasok, terutama jika musim kering berlanjut. APBI menyampaikan bahwa pemantauan intensif dan koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci untuk memitigasi dampak jangka panjang terhadap aktivitas ekonomi lokal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Uji Lapangan HD785-7 Hybrid EREV Dimulai di Pertambangan Indonesia
Uji lapangan alat berat hybrid EREV Komatsu dilakukan di lokasi pertambangan milik anak usaha United Tractors untuk mengukur efisiensi dan kinerja teknologi elektrifikasi.
24 Oktober 2026

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

