Kekurangan Listrik Picu Krisis Guru di Sekolah Kuba
Krisis energi di Kuba menyebabkan pemadaman berulang yang mengganggu aktivitas sekolah dan menyebabkan penurunan jumlah tenaga pengajar hingga 27 persen.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 20.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kondisi listrik yang tidak menentu di Kuba kini menjadi penghambat utama dalam penyelenggaraan pendidikan. Pemadaman berkepanjangan menyebabkan sejumlah sekolah membatasi jam belajar, menunda pembukaan tahun ajaran, bahkan memperbolehkan siswa belajar secara daring atau tanpa seragam. Kondisi ini makin memperparah keterbatasan infrastruktur yang sudah ada sebelumnya.
Dalam tahun ajaran 2026–2027, sekitar 1,5 juta siswa kembali ke kelas, tetapi jumlah guru yang hadir hanya mencapai 73 persen dari jumlah yang seharusnya tersedia. Data resmi menunjukkan angka ini merupakan yang terendah dalam beberapa tahun terakhir, menandakan penurunan signifikan dalam ketersediaan tenaga pendidik. Banyak guru memilih tidak hadir atau bahkan pindah ke daerah lain karena keterbatasan akses listrik dan fasilitas dasar.
Menteri Pendidikan Kuba, Naima Trujillo, mengakui bahwa sistem pendidikan sedang menghadapi tekanan besar akibat embargo minyak, krisis bahan pokok, dan keterbatasan energi. Ia menyatakan bahwa kebijakan fleksibel diterapkan di tingkat sekolah untuk menyesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah. Namun, fleksibilitas ini tidak mampu menutupi krisis struktural yang muncul dari kekurangan listrik dan infrastruktur yang tidak memadai.
Pemadaman listrik yang terus terjadi tidak hanya mengganggu proses belajar mengajar, tetapi juga berdampak pada kehidupan sehari-hari, termasuk kesehatan, komunikasi, dan keamanan. Guru yang harus mengajar tanpa listrik, tanpa alat tulis, atau bahkan tanpa akses ke perangkat digital mengalami tekanan psikologis dan fisik yang tinggi. Akibatnya, banyak di antara mereka memilih untuk tidak kembali mengajar atau mencari pekerjaan di luar sektor pendidikan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa krisis energi bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga menyangkut keberlangsungan sistem sosial penting seperti pendidikan. Tanpa solusi jangka panjang terhadap keterbatasan listrik, kualitas pendidikan akan terus terancam, dan generasi muda Kuba berisiko kehilangan akses terhadap pendidikan yang layak.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Anak Rentan Iritasi Paru Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.47 WITA

Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Syuting Dibekukan Sementara
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Langkah Alami Atasi Tenggorokan Gatal Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.46 WITA

7 Makanan Alami Bantu Atasi Lendir di Tenggorokan Akibat Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Motor Agustus 2026 Turun Signifikan
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Penjualan Mobil Nasional Agustus 2026 Tumbuh, Toyota Puncaki Peringkat
Rabu, 9 September 2026, 11.44 WITA

Harga Apple Naik Akibat Kelangkaan Chip, Penjualan Tetap Stabil
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA

Penjualan Mobil Capai Rekor Tertinggi, BYD Masuk Lima Besar
Rabu, 9 September 2026, 11.37 WITA


