Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kemenperin Dorong Peningkatan Kualitas Kopi Sidrap Melalui Teknologi Pascapanen

Kemenperin bersinergi dengan Pemkab Sidrap untuk tingkatkan kualitas kopi lokal melalui pendampingan teknis dan penerapan teknologi pascapanen di Desa Leppangeng.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 14.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kemenperin Dorong Peningkatan Kualitas Kopi Sidrap Melalui Teknologi Pascapanen
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Perindustrian melalui Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim kini memperkuat pengembangan industri kopi di Kabupaten Sidenreng Rappang. Kerja sama ini fokus pada peningkatan kualitas dan daya saing produk kopi Sidrap melalui pendampingan teknis dan penerapan teknologi modern dalam proses pascapanen. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari strategi penguatan industri berbasis komoditas unggulan daerah.

Tim Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi, Konsultasi, dan Pendampingan Teknis BBSPJIHPMM, yang dipimpin Asma Assa, langsung melakukan kunjungan kerja ke Sidrap untuk meninjau potensi pengolahan kopi dan menyiapkan program pembinaan. Dalam pertemuan dengan Bupati Sidrap, disepakati pelaksanaan pelatihan kompetensi bagi pelaku usaha lokal, khususnya di Desa Leppangeng, Kecamatan Pitu Riase. Tujuannya adalah mengoptimalkan proses pengolahan mulai dari pengupasan biji hingga pengeringan dan penyortiran.

Bupati Syaharuddin Alrif menegaskan bahwa kopi merupakan salah satu komoditas strategis di daerah, sejalan dengan beras, yang berpotensi menopang perekonomian desa. Ia menyatakan bahwa peningkatan kualitas produk harus dimulai dari tahap pascapanen hingga kemasan dan pemasaran. Dengan dukungan teknologi dari Kemenperin, ia yakin pelaku usaha lokal dapat meningkatkan nilai tambah dan memperluas jangkauan pasar, baik nasional maupun internasional.

Kawasan Pitu Riase menjadi pusat pengembangan kopi karena memiliki lahan yang luas dan kondisi geografis yang mendukung pertumbuhan tanaman robusta. Di Dusun III Matajeng, Desa Tana Toro, Kelompok Tani Sipammasemase telah mengelola dua hektare lahan dengan 4.000 pohon kopi yang mulai berproduksi sejak 2024. Hasil panen mencapai puluhan ton dengan kualitas tinggi, menunjukkan potensi besar yang bisa dikembangkan secara lebih terstruktur.

Pemerintah daerah berharap sinergi ini mampu menciptakan sentra produksi kopi di Kecamatan Pitu Riase, dengan dukungan infrastruktur dan pelatihan berkelanjutan. Bupati menekankan pentingnya intervensi pemerintah untuk mengoptimalkan lahan kosong yang tersedia, sehingga dapat menunjang peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. Ia juga mengapresiasi langsung proses panen dan pengolahan kopi, termasuk penggunaan mesin hulling dan pengeringan, sebagai bentuk transformasi industri yang berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya