Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kementan Usul Tambahan Anggaran Rp5 T untuk Perkuat Sektor Perkebunan

Menteri Pertanian mengusulkan tambahan anggaran Rp5 triliun pada 2027 untuk pengembangan komoditas strategis perkebunan guna mendukung swasembada, peningkatan pendapatan petani, dan pengurangan impor.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kementan Usul Tambahan Anggaran Rp5 T untuk Perkuat Sektor Perkebunan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Pertanian mengajukan penambahan anggaran sebesar Rp5 triliun untuk tahun anggaran 2027, dengan fokus utama pada pengembangan sejumlah komoditas perkebunan strategis seperti kelapa, lada, pala, tebu, kopi, kakao, dan jambu mete. Usulan ini disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, bertujuan untuk menjamin pasokan bahan baku industri, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, memperkuat daya saing ekspor, serta mempercepat substitusi impor.

Pengembangan komoditas tersebut mencakup area seluas 83.279 hektare untuk kelapa, 1.071 hektare untuk lada, 1.400 hektare untuk pala, 54.355 hektare untuk kopi, 100.026 hektare untuk kakao, serta 24.658 hektare untuk jambu mete. Selain itu, rencana pengadaan 1.250 unit traktor khusus tebu juga menjadi bagian dari strategi peningkatan produktivitas. Anggaran tambahan ini berada di atas pagu dasar Kementan 2027 yang mencapai Rp28,02 triliun, dengan alokasi utama untuk padi, tanaman pangan, bawang putih, cabai, bawang merah, serta hilirisasi sektor perkebunan dan peternakan.

Dalam pertemuan, Ketua Komisi IV DPR RI menyoroti kesiapan anggaran untuk mencapai swasembada bawang putih. Menteri Pertanian menjelaskan bahwa kendala utama bukan pada anggaran, melainkan keterbatasan bibit unggul. Meski Kementan telah melakukan upaya intensif, termasuk ekspedisi ke India dan China untuk mendapatkan bibit, hasilnya masih terbatas. Saat ini produksi bawang putih dalam negeri hanya mencapai 8 ribu ton, jauh di bawah kebutuhan nasional yang mencapai 1,1 juta ton per tahun.

Ia menegaskan bahwa upaya swasembada membutuhkan waktu panjang, termasuk proses pembibitan dan penyiapan lahan yang memadai. Titiek Soeharto menyarankan percepatan perluasan lahan di wilayah dengan ketinggian sesuai syarat budidaya, serta penguatan produksi bibit lokal dari lembaga seperti BRIN dan BRMP. Dengan kesiapan lahan dan bibit yang tersedia, tanam bisa segera dilakukan tanpa menunggu proses panjang.

Kementan tetap berkomitmen mengejar swasembada bawang putih secara bertahap, dengan pendekatan terpadu yang menggabungkan peningkatan produksi, peningkatan kualitas bibit, dan penataan infrastruktur pendukung.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya