Kepala BGN Tegaskan Kelalaian Keracunan MBG di Sidoarjo Disengaja
Kepala Badan Gizi Nasional menegaskan kasus keracunan massal di Sidoarjo akibat MBG merupakan kelalaian yang disengaja, berpotensi berujung pidana.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 15.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 7x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kasus keracunan massal yang menimpa ratusan santri dan siswa di Sidoarjo setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) dikategorikan sebagai kelalaian yang disengaja oleh Kepala Badan Gizi Nasional. Ia menekankan bahwa semua pedoman operasional, juklak-juknis, dan prosedur pengolahan makanan telah diberikan secara lengkap, namun pelaksanaannya justru tidak dilaksanakan sesuai aturan. Menurutnya, kegagalan dalam mematuhi prosedur bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan kesengajaan yang mengabaikan kewajiban profesional.
Dalam pernyataannya, Kepala BGN menyampaikan bahwa tindakan yang tidak sesuai aturan bukan hanya berdampak pada pencopotan jabatan, tetapi juga berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menutup mata terhadap dugaan adanya unsur pidana dalam kejadian ini, terutama jika terbukti ada kelalaian yang membahayakan kesehatan masyarakat. Pernyataan ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pelaksana program gizi nasional agar tidak mengabaikan prosedur yang telah ditetapkan.
Kronologi kejadian menunjukkan bahwa hanya satu dari banyak ompreng MBG yang dilabeli dengan informasi waktu makanan matang. Label tersebut menyatakan makanan matang pukul 08.00 pagi dan harus dikonsumsi sebelum pukul 10.00. Namun dalam praktik lapangan, makanan tersebut baru sampai di sekolah setelah pukul 11.30 dan dikonsumsi setelah pukul 12.00, jauh melampaui batas waktu aman. Keterlambatan ini diduga menjadi penyebab utama terjadinya keracunan massal yang menimpa 566 orang dari pondok pesantren dan 19 lembaga pendidikan lainnya.
Untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, Kepala BGN menginstruksikan seluruh jajaran, khususnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), agar menerapkan pelabelan secara menyeluruh dan mengisi data dengan akurat. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan dalam setiap tahapan distribusi dan pendistribusian makanan bergizi. Selain itu, ia menyampaikan permohonan maaf secara resmi atas kejadian yang menimbulkan gangguan kesehatan dan kekecewaan publik.
Rafli Ridho, Kepala SPPG Kalitengah Tanggulangin, sebelumnya telah menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa tersebut. Ia mengakui kesalahan dalam pengelolaan MBG dan menyesalkan dampak yang ditimbulkan. Dengan pernyataan ini, pihak terkait berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan pengawasan makanan bergizi, guna memastikan keamanan dan kualitas pangan yang diterima masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Bandara Baru Sydney Mulai Beroperasi 24 Jam
Bandara Internasional Western Sydney resmi membuka penerbangan penumpang perdana dengan rute ke Gold Coast, menawarkan layanan nonstop 24 jam sehari.
25 Oktober 2026

Indonesia Bidik Rp270 Triliun dari Forum Asia Baru 2026
Forum Asia Baru 2026 di Bali menargetkan investasi global sebesar US$30 miliar, dengan Indonesia berharap menarik 40%-50% atau setara Rp270 triliun dari total tersebut.
25 Oktober 2026

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Perubahan skema insentif SPPG dari Rp6 juta per hari menjadi Rp2.000 per porsi diestimasi menghemat anggaran negara hampir Rp3 triliun hingga akhir Desember 2026.
25 Oktober 2026

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dorong transformasi madrasah menuju lingkungan belajar inklusif, aman secara digital, dan berkeadilan melalui kolaborasi semua pihak.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK RI Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.28 WITA

Ekonomi Kreatif Dorong PDRB Jakarta Capai Rp410 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.27 WITA

Empat Acara Besar Serentak di Senayan Picu Pengalihan Lalu Lintas
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.27 WITA

Elektabilitas PSI Berada di Bawah NasDem dalam Survei IPO
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.25 WITA

Gubernur Kalbar Tekankan Penyelesaian BBM dan Listrik dalam Rapat Koordinasi
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.24 WITA

Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin Gagal Digagalkan Tim Gabungan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.23 WITA

Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.23 WITA

Cak Imin Dorong Pemberdayaan bagi Penerima Bansos
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.23 WITA

