Kepala Sekolah Evakuasi 900 Siswa 10 Menit Sebelum Banjir Menerjang
Seorang kepala sekolah di Nuwakot, Nepal, menyelamatkan 900 siswa hanya dengan keputusan cepat setelah menerima empat panggilan peringatan banjir bandang.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pada pukul 09.10 waktu setempat, Rajendra Dawadi, kepala sekolah di Sekolah Menengah Tribhuvan Trishuli, menerima empat panggilan telepon berurutan dari warga yang melaporkan datangnya banjir besar. Tanpa ragu, ia langsung memutuskan mengevakuasi seluruh siswa ke tempat yang lebih tinggi, meminta mereka berlari menuju ketinggian dan mengarahkan bus sekolah untuk kembali ke arah aman. Ia menyadari bahwa setiap detik yang terbuang bisa berarti kehilangan nyawa.
Keputusan cepat itu menjadi penentu keselamatan. Dawadi mengungkapkan bahwa jika ia menunda hanya 10 menit, tidak akan ada yang bisa berbicara lagi hari ini. Peringatan dari orang tua, termasuk seorang ibu yang datang langsung untuk menjemput anaknya, memberi keyakinan bahwa ancaman sungguh nyata. Ia memilih tidak menunggu konfirmasi resmi, karena orang tua tidak akan berlari tanpa alasan kuat.
Banyak siswa awalnya tidak langsung memahami bahaya. Salah satunya, Yunisha Amatya, 16 tahun, yang bersama teman-temannya menyadari bahaya hanya beberapa detik sebelum air melanda. Ia dan teman-temannya berlari melalui jalur darurat di belakang sekolah, terjatuh, dan dibantu rekan lain untuk mencapai puncak bukit. "Kami selamat hanya karena selisih sekitar 10 detik," ujarnya, mengenang saat pasar di depan sekolah langsung tersapu banjir.
Pascabencana, sekolah yang berada di dekat sungai terendam lumpur dan puing. Banyak siswa terjebak selama dua malam karena jalan terputus. Orang tua, termasuk ibu Yunisha, Sabina Kumari Shrestha, mengalami kepanikan luar biasa saat tidak bisa menghubungi anaknya. Hingga akhirnya, panggilan dari Yunisha yang menyatakan masih hidup membuat keluarga meledak dalam tangis haru.
Dawadi menekankan pentingnya sistem peringatan dini yang efektif, seperti sirene dan komunikasi cepat. Namun, ia tetap bersyukur atas keputusannya yang tegas. "Jika saya menunggu hingga jam pelajaran berakhir, yang terdengar hanya bunyi bel sekolah—dan tidak ada yang tersisa," katanya. Kini, meski sekolah rusak, ia bangga karena 900 nyawa berhasil diselamatkan berkat tindakan cepat dan kepercayaan pada peringatan dari masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Festival Indonesia 2026 Perkuat Koneksi Budaya di Melbourne
Festival Indonesia 2026 di Melbourne sukses menarik lebih dari 6.000 pengunjung dengan persembahan budaya, kuliner, dan UMKM dari berbagai daerah.
25 Oktober 2026

Ratusan Ribu Warga Israel Desak Pertanggungjawaban atas Kegagalan Keamanan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar di Tel Aviv menuntut penyelidikan independen atas kegagalan keamanan sebelum serangan 7 Oktober 2023, menjelang pemilu yang menentukan arah kebijakan militer dan politik negara.
25 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran dalam Waktu Dekat
Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan serangan terhadap Iran, bahkan bisa terjadi besok, dengan tujuan mencegah pengembangan senjata nuklir secara permanen.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi Monumen Perang Korea di Dandong
Pemimpin Korea Utara melakukan kunjungan singkat ke Dandong, China, menjelang peringatan 76 tahun kehadiran relawan Tiongkok dalam Perang Korea, dengan fokus pada simbolisme sejarah dan kebersamaan strategis.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

