Kepemimpinan Holistik Jadi Fondasi Kepala Daerah Hadapi Tantangan Modern
Wakil Menteri Dalam Negeri tekankan kepemimpinan holistik sebagai dasar bagi kepala daerah dalam menyusun kebijakan yang selaras dengan kepentingan nasional dan lokal.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 20.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, menegaskan bahwa kepala daerah dituntut memiliki visi menyeluruh dalam memandang permasalahan pembangunan daerah. Dalam pembukaan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan IV Tahun 2026, ia menyampaikan bahwa kepemimpinan yang efektif bukan sekadar urusan administrasi, melainkan juga membutuhkan kemampuan antisipatif, strategis, dan berani menghadirkan perubahan. KPPD, menurutnya, menjadi wadah krusial untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan secara menyeluruh.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja, Jakarta, dirancang sebagai forum strategis untuk memperluas wawasan kebangsaan dan memperdalam pemahaman terhadap dinamika global yang terus berubah. Wiyagus menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam merumuskan kebijakan, di mana aspek geografi, demografi, dan sumber daya alam harus dilihat secara terintegrasi. Ia menyoroti peran Lemhannas dalam memberikan perspektif yang lebih luas, berbasis ketahanan nasional dan wawasan kebangsaan.
Menurut Wiyagus, kebijakan daerah harus sinergis dengan kebijakan pusat, terutama dalam implementasi program Asta Cita. Ia menekankan bahwa tidak ada ruang bagi pemisahan antara kebijakan pusat dan daerah, melainkan harus saling mendukung. Peningkatan pelayanan publik, ketahanan pangan dan energi, kualitas pendidikan, serta pengembangan investasi dan lapangan kerja menjadi bagian dari kontribusi nyata daerah terhadap kepentingan nasional.
Untuk memastikan hasil pelatihan berdampak nyata, peserta KPPD diharapkan mengajukan rencana aksi konkret yang relevan dengan tantangan spesifik di wilayah masing-masing. Wiyagus menegaskan bahwa tujuan akhir bukan sekadar mendapatkan sertifikat, tetapi mewujudkan gagasan perubahan yang dapat diimplementasikan menjadi kebijakan dan program nyata. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral dalam menyelesaikan persoalan yang kompleks.
Sebanyak 23 kepala daerah, termasuk 18 bupati dan 5 wali kota, mengikuti KPPD Angkatan IV. Mereka diberi kesempatan untuk merancang solusi strategis berbasis kondisi daerah masing-masing. Pelaksana Tugas Kepala BPSDM, Andi Ony, menegaskan bahwa setiap peserta wajib menyusun rencana aksi sebagai bentuk komitmen transformasi. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Lemhannas Erwin S. Aldedharma serta perwakilan Purnomo Yusgiantoro Centre.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Periklindo Dorong Insentif Hybrid untuk Dukung Transisi Energi
Periklindo mendukung pemberian insentif nonfiskal bagi mobil hybrid sebagai bagian dari upaya percepatan transisi energi nasional dan pengurangan emisi.
26 Oktober 2026

Badai Musim Gugur Hantam Eropa, Listrik Padam dan Transportasi Terhenti
Badai Boelo dan Austen melanda Eropa utara dalam 24 jam, menyebabkan kematian, pemadaman listrik massal, dan gangguan transportasi di Inggris, Prancis, Jerman, serta wilayah Belanda dan Belgia.
26 Oktober 2026

Stok Beras Nasional Cukup hingga Juli-Agustus 2027
Pemerintah memastikan ketersediaan beras aman hingga 10 bulan ke depan, dengan total pasokan mencapai 25 juta ton tanpa impor selama dua tahun terakhir.
26 Oktober 2026

Protes Massal di Praha Tuntut Perlindungan Independensi Media
Ribuan warga turun ke jalan Praha menolak RUU perombakan pendanaan media publik yang dinilai mengancam kemerdekaan jurnalisme dan memperbesar pengaruh politik.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Suporter Muda Tewas Usai Menonton Laga di Pakansari
Senin, 26 Oktober 2026, 17.54 WITA

Penyelidikan Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald Dihentikan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Lurah Diminta Jadi Penggerak Komunikasi Publik Berkualitas
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Kompol Aditia Mulya Tutup Usia Setelah 7 Tahun Koma Akibat Pengeroyokan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Hakim Perintahkan Jaksa Lanjutkan Pembuktian Kasus Don Ritto dan Nurman
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Samsat Ciledug Blokir McLaren Usai Salah Tagih Pajak ke Mekanik
Senin, 26 Oktober 2026, 17.52 WITA

700 Ribu Badan Usaha Diblokir Gara-Gara Tak Laporkan Pemilik Manfaat
Senin, 26 Oktober 2026, 17.52 WITA

Susu dan Jerawat: Fakta Ilmiah di Balik Mitos Minum Susu
Senin, 26 Oktober 2026, 17.51 WITA

