Kerja Sama Militer Al-Shabaab dan Houthi Meningkatkan Ancaman di Laut Merah
Kolaborasi antara Al-Shabaab dan Houthi melalui jaringan penghubung Jibril memperkuat aliran senjata dan pelatihan, memicu kekhawatiran AS atas ancaman baru di kawasan Laut Merah dan Teluk Aden.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 23.44 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 21x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kerja sama militer antara Al-Shabaab, kelompok teroris berbasis di Somalia yang merupakan sayap Al-Qaeda, dan Houthi di Yaman telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam koordinasi strategis. Kedua kelompok yang sebelumnya berseteru karena perbedaan sektarian kini saling mendukung dalam hal akses senjata, pelatihan militer, serta dukungan keuangan. Kemitraan ini didukung oleh jaringan penghubung yang beroperasi di Yaman, khususnya melalui tokoh bernama Jibril "Si Tangan Satu" Yahya Ali, yang telah menjadi pusat komunikasi sejak 2023.
Jibril, yang memiliki koneksi kuat di kedua wilayah, memfasilitasi pertukaran peralatan militer dan pengiriman logistik antara kedua kelompok. Menurut intelijen militer AS, Al-Shabaab membutuhkan persenjataan canggih dan pelatihan, sementara Houthi membutuhkan dana dan basis operasi baru. Dalam upaya ini, Al-Shabaab mengirim utusan senior, Sheikh Ahmed Elmi Samatar, ke Yaman untuk menyusun daftar kebutuhan senjata yang mencakup drone serang, rudal anti-tank, senapan sniper, serta peralatan penglihatan malam buatan AS.
Pengiriman senjata dilakukan secara tersembunyi melalui perusahaan samaran di Yaman yang menyamarkan barang sebagai barang dagangan biasa. Senjata kemudian dikirim melalui perahu cepat atau kapal nelayan dari pelabuhan Yaman menuju wilayah pantai Somalia utara, yang memiliki pengawasan yang lebih longgar. Setelah menyeberang Teluk Aden, senjata tersebut disalurkan ke unit-unit militer Al-Shabaab di Somalia selatan, tempat kelompok tersebut memperkuat posisi mereka.
Pada 12 Februari, serangan udara AS menewaskan Jibril saat ia bersama istrinya sedang berkendara di dekat Mukalla. Rudal menghantam atap mobil mereka, menghancurkan kendaraan meski tidak meledak. Dua sumber AS mengonfirmasi keberhasilan operasi tersebut, meski Komando Pusat AS tidak mengakui sebagai operasi militer resmi, sementara CIA menolak memberikan keterangan. Setelah kematian Jibril, Al-Shabaab menunjuk pengganti untuk melanjutkan komunikasi dan pengiriman senjata.
Pada April 2025, AS menghancurkan dua kapal tanpa bendera yang bergerak dari Yaman menuju perairan Somalia, yang diperkirakan membawa senjata konvensional canggih. Meski belum diketahui secara pasti jenis senjata yang telah tiba, ancaman penggunaan drone serang dan sistem tempur udara oleh Al-Shabaab telah memicu kekhawatiran serius di kalangan militer AS dan Somalia. Seorang mantan komandan pasukan khusus Somalia menyatakan bahwa meski rencana pasti belum terungkap, jelas ada aktivitas strategis yang sedang direncanakan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lula Menang Pemilu Brasil, Cetak Sejarah Kedua Kali Dalam Sejarah
Luiz Inácio Lula da Silva terpilih kembali sebagai presiden Brasil dengan perolehan 51,79% suara, mencatatkan sejarah sebagai pemimpin pertama yang menang dalam pemilu putaran kedua setelah finis kedua di putaran pertama.
26 Oktober 2026

Pertama Kali iOS Berhasil Dioperasikan di Ponsel Android
Para pengembang independen berhasil menjalankan iOS 16 di perangkat Android, membuka jalan eksperimen teknis lintas ekosistem tanpa dukungan resmi dari Apple.
26 Oktober 2026

Pupuk Indonesia Perkuat Irigasi di 5 Wilayah, Dorong Ketahanan Pangan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan infrastruktur irigasi di lima daerah untuk tingkatkan akses air bagi petani lahan tadah hujan.
26 Oktober 2026

Indonesia Butuh Lebih Banyak Penulis Naskah Film Profesional
Ketua BPI ungkap industri film lokal kekurangan talenta, terutama penulis naskah, meski lulusan perfilman jumlahnya melimpah namun hanya sedikit yang masuk ke industri.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

BUMI Perkuat Posisi di Sektor Pertambangan Global
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

BI Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Volatilitas Pasar
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

InJourney Airports Turunkan Tarif Bandara 50% untuk Libur Akhir Tahun
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Waspada Modus Penipuan BSU Incar Data Pribadi
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Indonesia Alihkan Pasokan Gas ke Dalam Negeri
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

OJK Respons Usulan Rating Pasar Modal Mandiri
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

BEI Perluas Komite HSC Dorong Tata Kelola Lebih Baik
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

Ekspor Perdana Terasi Udang Rebon Asahan ke Thailand Sukses
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

