Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kesehatan Jantung Dimulai dari Sel, Bukan Hanya dari Gaya Hidup

Kesehatan jantung tak hanya dipengaruhi gaya hidup, tetapi juga fungsi seluler seperti mitokondria, yang menjadi pusat produksi energi untuk otot jantung.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 21.16 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Kesehatan Jantung Dimulai dari Sel, Bukan Hanya dari Gaya Hidup📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kesehatan jantung sering dikaitkan dengan faktor eksternal seperti tekanan darah, pola makan, dan aktivitas fisik. Namun, di balik itu, ada proses biologis mendasar yang berperan krusial: fungsi seluler, khususnya mitokondria. Struktur kecil ini berperan sebagai pembangkit energi dalam sel, mengubah nutrisi dari makanan menjadi energi yang digunakan jantung untuk berkontraksi secara terus-menerus sepanjang hidup. Ketika mitokondria berfungsi optimal, jantung mampu bekerja efisien, terutama dalam kondisi stres atau kebutuhan energi tinggi.

Seiring bertambahnya usia, fungsi mitokondria cenderung menurun, yang berkontribusi pada penuaan pembuluh darah dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Di kawasan Asia, penyakit ini tetap menjadi ancaman utama kesehatan publik, menyumbang lebih dari 60 persen kematian akibat penyakit jantung secara global, dengan beban penyakit yang lebih tinggi dibanding rata-rata dunia. Faktor seperti populasi lanjut usia dan gaya hidup modern memperparah tren ini, menuntut pendekatan yang lebih komprehensif, termasuk perhatian terhadap kesehatan di tingkat seluler.

Beberapa zat gizi telah menarik perhatian peneliti karena kemampuannya mendukung kesehatan seluler jantung. Alpha lipoic acid (ALA), misalnya, berperan dalam sistem antioksidan tubuh dan dapat bekerja di lingkungan air maupun lemak, membantu meregenerasi vitamin C dan E. Meskipun ALA terdapat dalam sayuran seperti bayam dan brokoli, penyerapannya dari makanan biasa belum cukup untuk mencapai tingkat yang bermanfaat secara klinis, sehingga suplementasi perlu dipertimbangkan dengan pendampingan profesional.

Senyawa lain seperti nitric oxide (NO) berperan penting dalam menjaga kelenturan pembuluh darah. NO membantu pembuluh melebar, meningkatkan aliran darah, dan mengurangi risiko pembekuan. Produksi NO menurun seiring usia dan gaya hidup tidak sehat, namun dapat ditingkatkan melalui konsumsi makanan kaya nitrat—seperti bit dan bayam—serta arginin dari ikan dan kacang-kacangan. Sementara itu, kreatin dan CoQ10 juga menjadi fokus karena kemampuannya mendukung produksi energi sel dan melindungi sel dari stres oksidatif.

Pendekatan terbaik untuk menjaga kesehatan jantung tetap berakar pada pola makan seimbang, olahraga rutin, tidur berkualitas, serta pemeriksaan kesehatan berkala. Zat seperti ALA, NO, kreatin, dan CoQ10 dapat menjadi pelengkap, tetapi tidak menggantikan prinsip dasar tersebut. Konsultasi dengan tenaga kesehatan diperlukan sebelum memulai suplementasi, terutama bagi individu dengan kondisi medis tertentu atau yang sedang menjalani terapi obat. Kesehatan jantung yang berkelanjutan dimulai dari dalam sel—di mana energi dihasilkan dan dipelihara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya