Paramount Tebus Gugatan Negara Bagian dengan Janji Produksi dan Pengawasan Redaksional
Kesepakatan antara Paramount dan 12 negara bagian mengakhiri gugatan antimonopoli terhadap merger dengan Warner Bros. Discovery, dengan komitmen produksi film dan perlindungan editorial.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 23 September 2026, 17.48 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Paramount telah menyelesaikan perselisihan hukum dengan 12 negara bagian yang menggugat merger senilai US$111 miliar dengan Warner Bros. Discovery (WBD), dengan mencapai kesepakatan pada Senin (21/9). Penyelesaian ini menghilangkan hambatan krusial bagi integrasi perusahaan, sekaligus menghentikan kewajiban pembayaran denda harian senilai US$7 juta kepada pemegang saham WBD jika proses merger tidak rampung sebelum 1 Oktober. Langkah ini menandai kemajuan signifikan dalam proses regulasi yang sempat mengancam kelangsungan akuisisi.
Inti kesepakatan menekankan komitmen Paramount untuk mempertahankan operasional di California serta memperkuat produksi film dalam negeri, termasuk janji menciptakan lebih dari 30 film tiap tahun. Pihak-pihak terkait juga menekankan pentingnya menjaga independensi redaksional CBS News dan CNN, yang menjadi fokus utama para jaksa agung dari wilayah Pesisir Timur. Diskusi panjang selama akhir pekan berfokus pada rincian kebijakan dan mekanisme pengawasan yang dapat menjamin keberlanjutan kebebasan pers.
Pernyataan resmi dari CEO Paramount Skydance, David Ellison, menyampaikan terima kasih kepada Jaksa Agung California Rob Bonta, para rekan jaksa agung, serta Writers Guild of America (WGA) atas kerja sama yang memungkinkan penyelesaian damai. Ellison menegaskan bahwa tujuan utama adalah melindungi konsumen, pekerja kreatif, dan ekosistem industri film dan televisi di AS. Ia menilai kesepakatan ini mencerminkan komitmen jangka panjang terhadap revitalisasi produksi domestik dan kemandirian kreatif.
Namun, kesepakatan ini menuai kritik dari sejumlah aktifis dan kelompok kebebasan ekonomi, termasuk Alvaro Bedoya dari American Economic Liberties Project. Ia menilai Bonta dan pemimpin lainnya telah menyerah pada tekanan dari perusahaan besar, menggambarkan proses ini sebagai bentuk "penyuapan" terhadap kekuasaan. Bedoya menyayangkan dukungan Gubernur California Gavin Newsom dan mantan Jaksa Agung Xavier Becerra, yang dinilai gagal menjadi pelindung kepentingan pekerja dan usaha kecil di sektor kreatif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Sara Wijayanto Gugat Cerai Demian Aditya Setelah 12 Tahun Menikah
Sara Wijayanto resmi mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya, pesulap Demian Aditya, setelah pernikahan selama 12 tahun, dengan sidang perdana dijadwalkan pada 24 September 2026.
23 September 2026

Kasus Penipuan Ruben Onsu Dihentikan Setelah Damai
Penyidikan kasus dugaan penipuan terhadap Ruben Onsu resmi dihentikan setelah pelapor dan terlapor sepakat berdamai melalui mekanisme restorative justice.
23 September 2026
Macron Tegaskan Kekerasan di Gaza dan Tepi Barat Picu Krisis Kemanusiaan
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan keadilan bagi Palestina dalam pidato di sidang umum PBB, menyoroti kekerasan militer dan pemukim Israel yang memperparah krisis kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat.
23 September 2026

Ruben Onsu Dinyatakan Bebas dari Tuntutan Hukum Investasi
Kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana investasi yang menyeret Ruben Onsu secara resmi dihentikan setelah surat penghentian penyidikan diterbitkan oleh Polres Metro Jakarta Selatan.
23 September 2026
Berita Lainnya

DPD RI Dorong RUU Kecerdasan Buatan dengan Kolaborasi Lembaga Terkemuka
Rabu, 23 September 2026, 17.57 WITA

Rapat Istana Bahas Ekspansi Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

Bensin dari Batu Bara Butuh Investasi Raksasa
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

KRL INKA Terlambat dan Ditarik dari Operasi
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

Petani Tebu Minta HET Gula Dicabut Akibat Beban Pupuk Naik
Rabu, 23 September 2026, 17.56 WITA

Pemerintah Siapkan Insentif Pajak Rp576 Triliun untuk Dorong Ekonomi 2026
Rabu, 23 September 2026, 17.55 WITA

Danantara Diminta Dukung Proyek Bensin dari Batu Bara
Rabu, 23 September 2026, 17.55 WITA

Manajer Koperasi Desa Ditetapkan sebagai Pegawai BUMN dengan Kontrak Dua Tahun
Rabu, 23 September 2026, 17.55 WITA

