Kinerja Tumbuh Sehat, Mandiri Perkuat Ekosistem Digital dan Kredit Produktif
Hingga Agustus 2026, Bank Mandiri catatkan pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga 17,6 persen, dengan NPL tetap terkendali di 1,0 persen, didukung ekosistem digital yang semakin luas.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 16.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Hingga akhir Agustus 2026, Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 17,6 persen secara tahunan, menembus angka Rp1,592 triliun. Pertumbuhan ini diraih tanpa mengorbankan kualitas aset, seiring tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan. Rasio non-performing loan (NPL) tetap terkendali di level 1,0 persen, sementara rasio cakupan NPL mencapai 240,6 persen, menunjukkan ketahanan finansial yang kuat. Pencapaian ini menjadi dasar bagi perseroan untuk memperkuat basis intermediasi sekaligus memperluas akses layanan digital bagi nasabah ritel dan pelaku usaha.
Peningkatan kredit tersebut didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 17,6 persen, mencapai Rp1,687 triliun. Komposisi pendanaan tetap sehat, dengan tabungan mencapai Rp563 triliun dan giro sebesar Rp623 triliun. Dua komponen ini menjadi fondasi utama dalam menunjang aktivitas transaksi nasabah secara rutin. Di sisi lain, pertumbuhan aktivitas digital menjadi pendorong utama kinerja perusahaan, terutama melalui platform Livin' by Mandiri dan Kopra by Mandiri yang terus menunjukkan tren positif.
Livin' by Mandiri telah digunakan oleh 42,2 juta pengguna, dengan frekuensi transaksi mencapai 3,32 miliar kali. Sementara itu, Kopra by Mandiri melayani 385,3 ribu pengguna aktif, melalui 1,05 miliar transaksi. Peningkatan ini turut mendorong pertumbuhan pendapatan berbasis komisi (fee-based income) sebesar 12,9 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh recurring fee dari layanan digital, termasuk transaksi rutin, pembayaran, hingga layanan investasi dan tabungan rencana yang terintegrasi dalam satu aplikasi.
Dalam konteks strategi jangka panjang, Bank Mandiri terus mengembangkan ekosistem digital sebagai pusat utama layanan keuangan. Livin' Call memungkinkan nasabah terhubung langsung dengan layanan pelanggan tanpa biaya pulsa, sementara Livin' Next-G hadir sebagai solusi keuangan digital generasi muda yang terintegrasi dengan orang tua. Di segmen usaha, Kopra by Mandiri dan Livin' Merchant menjadi alat penting bagi pelaku UMKM untuk mengelola arus kas dan menerima pembayaran secara efisien. Keduanya terhubung dengan produk pembiayaan seperti KUM dan KUR, memastikan akses perbankan yang tepat sesuai tahap perkembangan usaha.
Hingga Agustus 2026, Bank Mandiri membukukan laba bersih sebesar Rp37,5 triliun, tumbuh 22,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan keseimbangan antara ekspansi layanan dan pengelolaan risiko. Direktur Finance & Strategy, Novita Widya Anggraini, menegaskan bahwa fokus ke depan adalah mempertahankan kualitas pertumbuhan sambil memperluas ekosistem digital agar lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan nasabah. Tujuannya, menjadikan layanan perbankan tidak hanya akses transaksi, tetapi juga mitra dalam perencanaan keuangan dan pengembangan usaha.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


