Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kinerja Tumbuh Sehat, Mandiri Perkuat Ekosistem Digital dan Kredit Produktif

Hingga Agustus 2026, Bank Mandiri catatkan pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga 17,6 persen, dengan NPL tetap terkendali di 1,0 persen, didukung ekosistem digital yang semakin luas.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 16.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kinerja Tumbuh Sehat, Mandiri Perkuat Ekosistem Digital dan Kredit Produktif
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Hingga akhir Agustus 2026, Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 17,6 persen secara tahunan, menembus angka Rp1,592 triliun. Pertumbuhan ini diraih tanpa mengorbankan kualitas aset, seiring tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan. Rasio non-performing loan (NPL) tetap terkendali di level 1,0 persen, sementara rasio cakupan NPL mencapai 240,6 persen, menunjukkan ketahanan finansial yang kuat. Pencapaian ini menjadi dasar bagi perseroan untuk memperkuat basis intermediasi sekaligus memperluas akses layanan digital bagi nasabah ritel dan pelaku usaha.

Peningkatan kredit tersebut didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 17,6 persen, mencapai Rp1,687 triliun. Komposisi pendanaan tetap sehat, dengan tabungan mencapai Rp563 triliun dan giro sebesar Rp623 triliun. Dua komponen ini menjadi fondasi utama dalam menunjang aktivitas transaksi nasabah secara rutin. Di sisi lain, pertumbuhan aktivitas digital menjadi pendorong utama kinerja perusahaan, terutama melalui platform Livin' by Mandiri dan Kopra by Mandiri yang terus menunjukkan tren positif.

Livin' by Mandiri telah digunakan oleh 42,2 juta pengguna, dengan frekuensi transaksi mencapai 3,32 miliar kali. Sementara itu, Kopra by Mandiri melayani 385,3 ribu pengguna aktif, melalui 1,05 miliar transaksi. Peningkatan ini turut mendorong pertumbuhan pendapatan berbasis komisi (fee-based income) sebesar 12,9 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh recurring fee dari layanan digital, termasuk transaksi rutin, pembayaran, hingga layanan investasi dan tabungan rencana yang terintegrasi dalam satu aplikasi.

Dalam konteks strategi jangka panjang, Bank Mandiri terus mengembangkan ekosistem digital sebagai pusat utama layanan keuangan. Livin' Call memungkinkan nasabah terhubung langsung dengan layanan pelanggan tanpa biaya pulsa, sementara Livin' Next-G hadir sebagai solusi keuangan digital generasi muda yang terintegrasi dengan orang tua. Di segmen usaha, Kopra by Mandiri dan Livin' Merchant menjadi alat penting bagi pelaku UMKM untuk mengelola arus kas dan menerima pembayaran secara efisien. Keduanya terhubung dengan produk pembiayaan seperti KUM dan KUR, memastikan akses perbankan yang tepat sesuai tahap perkembangan usaha.

Hingga Agustus 2026, Bank Mandiri membukukan laba bersih sebesar Rp37,5 triliun, tumbuh 22,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan keseimbangan antara ekspansi layanan dan pengelolaan risiko. Direktur Finance & Strategy, Novita Widya Anggraini, menegaskan bahwa fokus ke depan adalah mempertahankan kualitas pertumbuhan sambil memperluas ekosistem digital agar lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan nasabah. Tujuannya, menjadikan layanan perbankan tidak hanya akses transaksi, tetapi juga mitra dalam perencanaan keuangan dan pengembangan usaha.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya