Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Komisaris Independen Pelindo Jasa Maritim Dicopot Setelah Lima Hari Menjabat

Silfester Matutina, yang baru dilantik sebagai komisaris independen Pelindo Jasa Maritim, diberhentikan hanya lima hari setelah pengangkatan karena keputusan pemegang saham berdasarkan evaluasi internal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 17.45 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 4x dibuka
Komisaris Independen Pelindo Jasa Maritim Dicopot Setelah Lima Hari Menjabat📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pengangkatan Silfester Matutina sebagai komisaris independen PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) berlangsung pada Jumat, 18 September 2026, namun keberadaannya di jabatan tersebut hanya bertahan hingga Rabu, 23 September 2026. Keputusan pemecatan tersebut diambil oleh pemegang saham PJM setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan kelayakan jabatan. Perubahan susunan dewan komisaris ini dikonfirmasi oleh SVP Sekretaris Perusahaan PJM, Tubagus Patrick, yang menegaskan bahwa proses pemberhentian dilakukan sesuai mekanisme dan peraturan yang berlaku.

Silfester Matutina, lahir di Ende, Nusa Tenggara Timur, pada 19 Juni 1971, memiliki latar belakang politik yang kuat dan aktivitas hukum yang sering kali menjadi sorotan publik. Ia dikenal sebagai pengacara yang aktif dalam berbagai isu politik, termasuk mendukung Presiden Joko Widodo sejak periode awal kepemimpinannya. Pada 2013, ia menjadi pendiri dan ketua umum Solidaritas Merah Putih, gerakan relawan yang menjadi salah satu wajah dukungan publik terhadap Jokowi.

Kiprahnya di dunia politik dan media turut menarik perhatian, terutama saat ia tampil dalam berbagai debat publik dengan gaya komunikasi yang tajam dan sering kali kontroversial. Salah satu momen yang mencuat adalah saat ia terlibat perdebatan dengan Rocky Gerung, di mana ia mengeluarkan kata-kata kasar yang memicu reaksi keras dari publik. Pada 2023, ia menjadi salah satu tokoh di balik Gerakan Setia Tegak Lurus Bersama Jokowi, yang melibatkan 30 organisasi relawan dan mengikrarkan dukungan terhadap calon yang diusung Jokowi dalam Pemilu 2024.

Pada 2025, ia pernah diangkat sebagai komisaris independen ID Food, perusahaan BUMN pangan milik PT Rajawali Nusantara Indonesia. Namun, pengangkatannya kembali menuai kritik karena catatan hukumnya, termasuk vonis hukuman 1,5 tahun penjara oleh Kejaksaan Agung pada 2019 atas kasus fitnah terhadap mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Vonis tersebut tetap berlaku meskipun Silfester belum menjalani hukuman. Keberadaannya sebagai komisaris di perusahaan BUMN menimbulkan pertanyaan terkait kelayakan dan integritas dalam tata kelola perusahaan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya